Media Blora – Bintang Brasil, Neymar, dikabarkan tidak bahagia dengan minimnya menit bermain yang ia dapatkan di Piala Dunia 2026. Pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya angkat bicara mengenai situasi tersebut. Ancelotti menjelaskan bahwa keputusan untuk jarang memainkan Neymar adalah murni taktik dan kondisi fisik pemain.
Dalam konferensi pers usai laga, Ancelotti menegaskan bahwa Neymar tetap menjadi bagian penting dari skuad. “Neymar adalah pemain hebat, tetapi kami harus mengelola kondisinya dengan hati-hati. Turnamen ini sangat panjang dan intens,” ujarnya. Ancelotti juga menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan tim secara keseluruhan.
Meski demikian, sumber terdekat Neymar menyebut bahwa sang pemain merasa frustrasi karena ingin berkontribusi lebih banyak. Neymar disebut-sebut masih memiliki ambisi besar untuk membawa Brasil meraih gelar juara dunia. Namun, ia menyadari bahwa persaingan di lini serang timnas Brasil sangat ketat.
Sebelumnya, Neymar sempat tampil impresif di babak kualifikasi dan menjadi top skor. Namun, di putaran final, ia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti. Hal ini memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan Ancelotti. Namun, Ancelotti membantah adanya konflik internal.
“Tidak ada masalah pribadi. Saya menghormati Neymar dan ia menghormati keputusan saya. Kami semua fokus pada tujuan yang sama,” tegas Ancelotti. Ia juga menekankan bahwa rotasi pemain adalah hal biasa dalam turnamen sepanjang Piala Dunia.
Di sisi lain, performa Brasil sejauh ini cukup baik dengan melaju ke babak perempat final. Neymar sendiri baru mencetak satu gol dan satu assist dari empat penampilannya. Meski tidak selalu menjadi starter, kontribusinya tetap dianggap berharga oleh rekan-rekan setimnya.
Kisah Neymar ini mengingatkan pada beberapa pemain bintang lain yang harus menerima peran berbeda di usia senja. Namun, bagi Neymar yang masih 34 tahun, ia yakin masih bisa memberikan yang terbaik. Ia bertekad untuk membuktikan kualitasnya jika diberikan kesempatan.
Sementara itu, publik Brasil terbelah dalam menyikapi situasi ini. Sebagian mendukung keputusan Ancelotti demi keseimbangan tim, sebagian lagi menginginkan Neymar tampil sejak menit awal. Yang jelas, drama ini akan terus menjadi sorotan hingga akhir turnamen.
Ancelotti menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa semua keputusan diambil demi kesuksesan Brasil. “Saya tidak pernah meragukan Neymar. Tapi saya harus memikirkan tim di atas segalanya,” pungkasnya. Neymar pun diharapkan bisa tetap profesional dan siap memberikan kontribusi terbaiknya kapan pun dibutuhkan.






