Sport

George Russell Tak Terbendung di GP Belanda, Menangi Sprint dari Pole Usai Duel Sengit Lawan Verstappen

George Russell Tak Terbendung di GP Belanda, Menangi Sprint dari Pole Usai Duel Sengit Lawan Verstappen
George Russell Tak Terbendung di GP Belanda, Menangi Sprint dari Pole Usai Duel Sengit Lawan Verstappen
A− A+

Media Blora – Pembalap Mercedes AMG Petronas, George Russell, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap tercepat di lintasan. Pada balapan sprint Formula 1 Grand Prix Belanda yang berlangsung di Sirkuit Zandvoort, pembalap asal Inggris itu sukses mengonversi pole position menjadi kemenangan setelah menahan gempuran Max Verstappen sepanjang perlombaan. Podium dilengkapi oleh Lando Norris (McLaren) di posisi kedua dan Charles Leclerc (Ferrari) di posisi ketiga, menjadikan persaingan di barisan terdepan semakin memanas menjelang balapan utama.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Russell. Ia memulai balapan dari posisi terdepan setelah tampil dominan di sesi kualifikasi sprint. Sejak lampu start padam, pembalap bernomor mobil 63 itu langsung melesat menjauh dari kejaran para rivalnya. Namun, keunggulan tersebut tidak pernah benar-benar aman karena Verstappen terus membuntuti dan mencari celah untuk melakukan overtake di setiap tikungan. Duel keduanya menjadi tontonan menegangkan bagi para penggemar yang memadati sirkuit maupun yang mengikuti siaran langsung dari rumah.

Baca juga:

Ketegangan serupa juga dirasakan ratusan penonton yang mengikuti acara nonton bareng di Senayan Park. Mereka mengikuti setiap manuver Russell dan Verstappen yang saling bersaing memperebutkan posisi pertama. Sorak sorai pecah ketika Russell mampu mempertahankan posisinya hingga melintasi garis finis. Selisih waktu yang sangat tipis, yakni hanya 0,1 detik, membuat perebutan kemenangan di Zandvoort menjadi salah satu sprint paling dramatis musim ini.

Bagi Russell, hasil ini menambah panjang catatan positifnya sepanjang musim 2026. Sebelumnya, ia juga menorehkan prestasi gemilang di Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Baku dengan meraih grand slam pertamanya di Formula 1. Saat itu, Russell menyapu bersih empat catatan utama sepanjang akhir pekan, yaitu pole position, memimpin seluruh lap, memenangi balapan, dan mencatat fastest lap. Kemenangan di Baku juga sempat memangkas jarak poinnya dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang berada di puncak klasemen.

Performa apik Russell di Baku tidak lepas dari penyesuaian gaya membalapnya dengan karakter mobil baru Mercedes. Ia mengaku sempat kesulitan beradaptasi, tetapi kerja keras bersama tim insinyur akhirnya membuahkan hasil. “Setiap balapan sejak jeda terasa semakin kuat dan saya merasa semakin menjadi diri saya sendiri,” ujar Russell dalam konferensi pers seusai balapan. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan diri yang kembali membuatnya mampu bersaing di barisan terdepan.

Kecepatan Russell di Baku pun diakui oleh Verstappen. Pembalap Red Bull itu menilai bahwa posisi start yang lebih baik tidak akan banyak mengubah hasil akhir. Menurutnya, dengan kecepatan yang dimiliki Russell, menyalip di Sirkuit Baku merupakan hal yang sangat sulit. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa solidnya performa Russell sepanjang akhir pekan.

Di sisi lain, balapan di Baku juga diwarnai insiden yang melibatkan beberapa pembalap top. Franco Colapinto menabrak Pierre Gasly dan Lando Norris di tikungan pertama setelah restart, membuat ketiganya tersingkir. Norris bahkan meminta FIA menjatuhkan larangan tampil satu balapan kepada Colapinto karena dinilai menyebabkan kecelakaan beruntun. Insiden lain juga terjadi ketika Alexander Albon menabrak dinding di tikungan 6, yang memaksa safety car masuk untuk kedua kalinya.

Baca juga:

Meski demikian, Russell tetap tenang dan fokus menjaga posisinya di depan. Ia memanfaatkan momen safety car untuk mengganti ban ke jenis soft pada akhir lap 31, lalu kembali memimpin balapan setelah keluar dari pitlane. Keputusan strategi tersebut terbukti tepat karena ia mampu menahan tekanan Verstappen hingga garis finis.

Dengan tambahan 25 poin dari kemenangan di Baku, Russell kini mengoleksi total 236 poin dan masih berada di posisi kedua klasemen pembalap. Ia tertinggal 66 poin dari Antonelli yang memimpin dengan 302 poin. Meski jarak masih cukup lebar, Russell tidak menyerah dan menegaskan bahwa targetnya adalah memenangi setiap balapan yang tersisa. “Menang di setiap balapan! Itu adalah rencananya,” ujar Russell penuh ambisi.

Kemenangan di GP Belanda ini menjadi sinyal kuat bahwa Russell siap memberikan perlawanan sengit dalam perburuan gelar juara dunia pertamanya. Dengan performa yang terus meningkat dan dukungan penuh dari tim Mercedes, persaingan di sisa musim diprediksi akan semakin seru. Para penggemar Formula 1 tentu tidak sabar menantikan aksi Russell berikutnya di lintasan.

Mungkin Anda Suka