Nasional

Kanwil Imigrasi Sulsel Pelajari Pengelolaan Layanan di MPP Nusantara IKN

Daftar Isi
  1. Layanan Keimigrasian Jadi Primadona di MPP Nusantara
  2. Fokus pada Digitalisasi dan Standar Pelayanan
  3. Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Imigrasi
  4. Harapan Masyarakat Sulsel
A− A+

Media Blora – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mempelajari pengelolaan layanan keimigrasian yang terintegrasi. Kunjungan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya pada aspek keimigrasian yang menjadi salah satu layanan paling banyak dimanfaatkan masyarakat di MPP Nusantara.

Rombongan Kanwil Imigrasi Sulsel diterima langsung oleh pengelola MPP Nusantara dan perwakilan Kantor Imigrasi setempat. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai praktik terbaik dalam penyelenggaraan layanan, mulai dari alur permohonan paspor, izin tinggal, hingga sistem antrean digital yang memudahkan masyarakat.

Baca juga:

Layanan Keimigrasian Jadi Primadona di MPP Nusantara

MPP Nusantara di IKN mencatat bahwa layanan keimigrasian merupakan jenis layanan yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari tingginya mobilitas penduduk dan kebutuhan dokumen perjalanan seiring perkembangan IKN sebagai pusat pemerintahan baru. Pengelola MPP Nusantara memaparkan bahwa integrasi layanan keimigrasian dengan instansi lain dalam satu atap menjadi kunci efisiensi.

Kepala Kanwil Imigrasi Sulsel menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengadopsi model pengelolaan yang diterapkan di MPP Nusantara. “Kami melihat langsung bagaimana sinergi antarinstansi di MPP Nusantara berjalan. Ini menjadi referensi berharga untuk kami terapkan di Sulawesi Selatan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Fokus pada Digitalisasi dan Standar Pelayanan

Dalam kunjungan tersebut, beberapa aspek teknis menjadi perhatian utama, antara lain:

  • Sistem antrean elektronik dan pemanggilan berbasis digital yang mengurangi waktu tunggu pemohon.
  • Integrasi data kependudukan dengan sistem keimigrasian untuk verifikasi cepat.
  • Standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang ramah kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas.
  • Mekanisme pengaduan dan penanganan keluhan masyarakat secara real-time.
  • Pengelolaan sumber daya manusia dan jadwal layanan yang adaptif terhadap lonjakan permohonan.

Selain itu, rombongan juga meninjau langsung fasilitas pelayanan, seperti ruang tunggu, loket permohonan, dan ruang wawancara. Mereka mengamati bagaimana petugas melayani masyarakat dengan cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketelitian dokumen.

Baca juga:

Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Imigrasi

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kanwil Imigrasi Sulsel untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Sebelumnya, berbagai inovasi telah dilakukan, seperti layanan paspor simpatik, jemput bola ke daerah terpencil, dan pemanfaatan aplikasi online. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan pemerataan akses di wilayah kepulauan.

Dengan mempelajari pengelolaan di MPP Nusantara, Kanwil Imigrasi Sulsel berharap dapat merancang strategi yang lebih efektif. Beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilakukan antara lain:

  1. Mengimplementasikan sistem antrean digital di seluruh kantor imigrasi di Sulsel.
  2. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan layanan terpadu.
  3. Mengadakan pelatihan bagi petugas layanan mengenai standar pelayanan prima.
  4. Mengembangkan kanal pengaduan yang lebih responsif dan transparan.

Pengelola MPP Nusantara menyambut baik kunjungan ini dan berharap kerja sama antarwilayah terus terjalin. “Kami terbuka untuk berbagi pengalaman. Tujuan kita sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Harapan Masyarakat Sulsel

Masyarakat Sulawesi Selatan menyambut positif langkah Kanwil Imigrasi Sulsel. Mereka berharap peningkatan kualitas layanan dapat segera dirasakan, terutama dalam hal kecepatan proses dan kepastian waktu penyelesaian dokumen. Selama ini, beberapa keluhan muncul terkait antrean panjang dan keterbatasan informasi.

Baca juga:

Dengan adanya studi tiru ini, diharapkan pelayanan keimigrasian di Sulsel semakin modern, efisien, dan inklusif. Kanwil Imigrasi Sulsel juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat demi perbaikan berkelanjutan.

Kunjungan ke MPP Nusantara menjadi momentum penting bagi Kanwil Imigrasi Sulsel untuk bertransformasi. Pengalaman dari IKN diharapkan dapat diadaptasi sesuai karakteristik wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Kolaborasi antarinstansi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam mewujudkan layanan publik yang prima. Ke depan, Kanwil Imigrasi Sulsel akan menyusun roadmap perbaikan layanan yang lebih terukur, dengan target peningkatan indeks kepuasan masyarakat secara signifikan. Langkah ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka