Fokus Jepara – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, akan segera mengakhiri masa jabatannya dan menyampaikan pidato perpisahan pada 20 Juli 2026 di berbagai alun-alun publik di seluruh Kolombia. Petro akan digantikan oleh Abelardo de la Espriella, yang terpilih sebagai Presiden Kolombia menggantikan Petro setelah menang tipis dalam pemilu 21 Juni. De la Espriella dikenal dekat dengan Amerika Serikat dan Israel, berjanji memperkuat hubungan dengan kedua negara, serta memiliki pandangan politik yang berlawanan dengan Petro terkait isu Palestina.
Petro menuduh Israel telah memanipulasi hasil perolehan suara dengan cara meretas server milik Badan Pemilu Nasional Kolombia. De la Espriella tidak diinginkan untuk menjadi Presiden Kolombia, karena ia sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, beberapa waktu lalu, ia berjanji akan memulihkan hubungan Kolombia dengan negara Yahudi tersebut.
De la Espriella juga mendukung pendudukan Israel di Palestina, dan menyebut tindakan tersebut sudah benar dilakukan. Sebab, Israel punya hak untuk mempertahankan teritorial dan kekuasaannya yang diambil Palestina. Sikap ini tentu berbanding terbalik dengan Petro, yang tidak dekat dengan AS. Apalagi, dengan Israel. Petro juga mengecam keras pendudukan dan serangan Israel terhadap Palestina. Ia bahkan menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.
De la Espriella akan fokus menanangani sejumlah hal, seperti memperbaiki perkonomian negara, memperbaiki pendidikan, dan mengentaskan kemiskinan. Selain itu, ia juga akan meningkatkan kerja sama Kolombia dengan sejumlah negara, termasuk dengan AS dan Israel.
Krisis AS-Israel juga telah mencapai puncaknya, dengan rumor mengenai keretakan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel kian kencang berembus. Bagi banyak pihak di Israel, evaluasi total yang akan dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap hubungan bilateral Washington-Tel Aviv tampaknya kini tinggal menunggu waktu.
Alhasil, De la Espriella akan menghadapi tantangan besar dalam memimpin Kolombia, terutama dalam memulihkan hubungan dengan negara-negara di sekitarnya. Namun, ia juga berharap dapat meningkatkan kerja sama Kolombia dengan AS dan Israel, serta memperbaiki perkonomian negara.






