News

Tahun Baru Islam 1448 H: Sejarah, Makna, dan Keutamaan

Tahun Baru Islam 1448 H: Sejarah, Makna, dan Keutamaan
Tahun Baru Islam 1448 H: Sejarah, Makna, dan Keutamaan
A− A+

Fokus Jepara – Tahun Baru Islam 1448 H telah tiba, dan umat Islam di seluruh dunia memperingati hari ini dengan penuh makna. Tahun Baru Islam ini jatuh pada tanggal 1 Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Sejarah penetapan 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sekitar enam tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW. Pada saat itu, Gubernur Basrah Abu Musa Al-Asy’ari mengirim surat kepada Khalifah Umar, mengeluhkan banyak dokumen dan surat resmi yang tidak mencantumkan tahun, sehingga menimbulkan kebingungan dalam administrasi pemerintahan.

Baca juga:

Masukan tersebut mendorong Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat untuk membahas perlunya sistem kalender yang baku bagi umat Islam. Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengajukan beberapa usulan mengenai peristiwa yang layak dijadikan titik awal penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebagian lainnya mengusulkan tahun pertama turunnya wahyu, dan ada pula yang mengusulkan tahun wafatnya Rasulullah SAW.

Namun, setelah melalui diskusi panjang, para sahabat akhirnya sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal kalender Islam. Hijrah dipilih karena dianggap sebagai titik balik yang mengubah perjalanan dakwah Islam. Dari peristiwa itulah masyarakat Islam mulai terbentuk secara lebih terorganisasi dan memiliki pemerintahan yang kuat di Madinah.

Berdasarkan keputusan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan tahun hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai tahun 1 Hijriah. Sejak saat itu lahirlah sistem penanggalan yang dikenal sebagai kalender Hijriah atau tarikh Hijriyah.

Baca juga:

Keutamaan bulan Muharram juga tercermin dalam hadits Rasulullah SAW, yang menyebut Muharram sebagai "bulan Allah", sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan bulan tersebut. Rasulullah SAW juga menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Umat Islam yang ingin mengerjakan puasa 1 Muharram dapat melaksanakannya pada Selasa, 16 Juni 2026. Puasa ini memiliki nilai istimewa karena dilaksanakan pada bulan Muharram, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Bagi yang hendak melaksanakan puasa 1 Muharram, bacaan niat yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau sebelum waktu zawal (tergelincir matahari) selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca juga:

Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, umat Islam diharapkan dapat memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang baik, serta mempereratkan ukhuwah dan silaturahmi di antara sesama muslim.

Mungkin Anda Suka