Fokus Jepara – Baru-baru ini, sebuah tragedi menimpa calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan pembekalan bela negara dan manajerial di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Tiga calon manajer Kopdes meninggal dunia, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan mereka.
Sebelumnya, calon manajer Kopdes tersebut mendapatkan materi ketahanan pangan dalam Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional.
“Melalui edukasi ini, kami berharap peserta Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga memiliki semangat untuk menjadi penggerak pembangunan di daerah masing-masing,” ujar Ali.
Dalam kegiatan itu, Kepala Subseksi Bina Potensi Dirgantara Dinas Teritorial Lanud Halim Perdanakusuma Mayor Tek Jumadi memberikan materi mengenai ketahanan pangan di sektor pertanian dan perikanan. “Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda, dalam mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya pangan secara berkelanjutan,” ujar Jumadi.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya ketahanan pangan dan peran aktif yang harus dimainkan oleh seluruh elemen bangsa dalam mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya pangan secara berkelanjutan.
Peristiwa ini juga menekankan pentingnya memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan para calon manajer Kopdes dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
Dengan demikian, kita dapat belajar dari tragedi ini dan berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan peran aktif yang harus dimainkan oleh seluruh elemen bangsa dalam mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya pangan secara berkelanjutan.








