JQH Jawa Tengah Gandeng Doa dan Dukungan untuk Sukses MTQ Nasional XXXI 2026
MediaBlora – 18 April 2026 | Semarang – Pada Sabtu, 18 April 2026, Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menjadi saksi konferensi wilayah Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) yang mengusung tema “Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara”. Acara tersebut tidak hanya menjadi forum dakwah, melainkan juga menjadi panggung bagi JQH Jawa Tengah mengumumkan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di provinsi ini.
Ketua JQH Jawa Tengah, Ali Imron Hasan, membuka sambutannya dengan menegaskan komitmen organisasi untuk menyukseskan MTQ Nasional 2026. Menurutnya, JQH tidak sekadar menyiapkan logistik, melainkan juga mengiringi dengan doa yang tulus agar pelaksanaan ajang tingkat nasional tersebut tidak mengalami hambatan. “Kami mendoakan dan sengkuyung untuk sukses pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah. Melalui syiar MTQ, jangan sampai acaranya sepi nyenyet,” tegas Ali Imron.
Wakil Ketua II JQH Jawa Tengah, Khoironi, menambahkan bahwa JQH merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi para qari, huffazh, dan pecinta Al‑Qur’an dari kalangan Nahdliyin. Dalam wawancara singkat di sela‑sela acara, ia menekankan bahwa JQH tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga sarana pembinaan generasi hafiz yang kompeten, siap menorehkan prestasi di level nasional maupun internasional.
Persiapan JQH Jawa Tengah tidak hanya berbicara soal doa, melainkan juga tindakan konkret. Saat ini organisasi tengah melaksanakan proses seleksi untuk menyiapkan hafiz dan hafizah yang akan mewakili provinsi di MTQ Nasional. “Sudah terarah dan ini baru proses seleksi, yang akan diikutkan nanti. Termasuk yang saat ini tampil adalah juara yang sudah mewakili pada event nasional,” ujar Khoironi, menegaskan bahwa peserta yang terpilih telah menunjukkan kemampuan luar biasa pada kompetisi sebelumnya.
Tak hanya menyiapkan peserta, JQH juga berjanji akan mengirimkan tim pendukung dari tiap-tiap daerah di Jawa Tengah. Dukungan tersebut mencakup logistik, pelatihan intensif, serta pendampingan rohaniah. Harapannya, provinsi ini tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga dapat meraih gelar juara umum pada ajang MTQ Nasional. “Semoga Jawa Tengah bisa menjadi juara umum,” ujar Ketua JQH Jawa Tengah dengan penuh keyakinan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif JQH. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti JQH sangat penting untuk menciptakan suasana kompetisi yang kondusif dan berdaya saing tinggi. “Program yang tersusun pada kepengurusan mendatang dapat memberikan warna dan corak bahwa Jawa Tengah adalah model bagi hafiz/hafizah,” ujar Taj Yasin, menambahkan bahwa provinsi ini memiliki potensi luar biasa dalam menghasilkan hafiz berkualitas.
Data yang disampaikan oleh Wakil Gubernur menunjukkan bahwa setiap tahun Jawa Tengah menghasilkan sekitar 2.000 orang yang berhasil menghafal Al‑Qur’an. Angka tersebut bersumber dari program bisyarah Provinsi Jawa Tengah, yang memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta per hafiz. Pemerintah provinsi menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1,5 miliar tiap tahun untuk mendukung program tersebut, menegaskan komitmen kuat dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis keagamaan.
Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, menuturkan harapannya bahwa para hafiz ini dapat menjadi duta syiar Al‑Qur’an tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia. Ia menyarankan agar program “satu desa satu hafiz” dapat dioptimalkan, sehingga setiap sudut tanah Jawa Tengah memiliki sosok yang mampu menyebarkan nilai-nilai Qur’ani. Contoh keberhasilan program ini dapat dilihat pada salah satu pesantren di Jepara, di mana santri penerima bisyarah tidak hanya berasal dari lingkungan pondok, tetapi juga dari desa‑desa sekitar, menciptakan efek multiplikatif yang luar biasa.
Secara keseluruhan, konferensi wilayah JQHNU pada hari Sabtu menjadi momentum penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Dengan doa, persiapan teknis, serta dukungan finansial yang kuat, Jawa Tengah menyiapkan diri bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai kandidat kuat untuk menjadi juara umum. Diharapkan, ajang ini tidak hanya meningkatkan prestasi para peserta, tetapi juga memperkuat persatuan umat melalui alunan suara Qur’an yang menyejukkan hati.
Komentar (0)