Daftar Isi
Media Blora – BRI Super League 2026/27 menyajikan persaingan sengit, terutama antara Borneo FC Samarinda dan Dewa United Banten FC. Kedua klub ini mencuri perhatian bukan hanya karena performa, tetapi juga statistik disiplin yang kontras. Hingga 2 Oktober 2026, data resmi iLeague.id menunjukkan Borneo FC sebagai klub paling rajin melakukan tekel sukses, sementara Dewa United justru memimpin dalam jumlah pelanggaran.
Borneo FC Samarinda: Raja Tekel Sukses
Borneo FC Samarinda mencatatkan 87 tekel sukses, tertinggi di liga. Agresivitas dalam merebut bola menjadi ciri khas permainan tim asuhan Ponaryo Astaman ini. Di bawah mereka, Dewa United Banten FC berada di posisi kedua dengan 80 tekel sukses, disusul Persija Jakarta (68) dan Arema FC (66).
Keberhasilan Borneo FC tidak lepas dari dukungan Pupuk Kaltim yang telah memasuki tahun kelima kerja sama. Dukungan ini juga fokus pada pembinaan pemain muda di Kalimantan Timur dan Bontang. Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, menyatakan bahwa capaian Borneo FC di kompetisi nasional dan kesempatan tampil di level regional menjadi alasan utama melanjutkan dukungan. Pada musim 2025/2026, Borneo FC menjadi runner-up Super League dan mencetak 74 gol, serta berhak tampil di AFC Challenge League dan ASEAN Club Championship.
Dewa United Banten FC: Pelanggaran Terbanyak
Di sisi lain, Dewa United Banten FC justru mencatatkan 60 pelanggaran, terbanyak di BRI Super League 2026/27. Disusul Persik Kediri (50), PSM Makassar (46), dan Persebaya Surabaya (42). Statistik ini menunjukkan gaya bermain Dewa United yang lebih keras, meski mereka juga produktif dalam merebut bola.
Meski demikian, Dewa United tidak hanya soal pelanggaran. Klub ini juga serius membangun fondasi jangka panjang melalui pengembangan talenta muda. Baru-baru ini, Dewa United merekrut Hakim Malano, pebasket muda kelahiran 2006 setinggi 191 cm, sebagai bagian dari program pemain binaan. Hakim saat ini memperkuat klub Hertener Löwen di ProB Jerman. CEO Dewa United Basketball Club, Michael Oliver Wellerz, menegaskan bahwa langkah ini bagian dari visi membangun kekuatan tim berkelanjutan.
Dampak bagi Persaingan Liga
Perbedaan gaya bermain antara Borneo FC dan Dewa United mencerminkan strategi masing-masing. Borneo FC mengandalkan tekel sukses untuk menguasai lini tengah, sementara Dewa United lebih agresif namun rentan melakukan pelanggaran. Data ini menjadi perhatian pelatih dan analis menjelang pertemuan kedua tim.
Selain itu, prestasi timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 juga menyita perhatian. Timnas melaju ke final setelah membantai Bangladesh 9-2 dan akan menghadapi Thailand pada Senin (5/10/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Momentum ini diharapkan meningkatkan animo penonton terhadap liga domestik, termasuk laga Borneo FC vs Dewa United.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, Borneo FC dan Dewa United diprediksi terus bersaing di papan atas. Keduanya memiliki kualitas pemain dan dukungan manajemen yang solid. Borneo FC didukung Pupuk Kaltim, sementara Dewa United fokus pada pembinaan talenta muda. Duel antara keduanya tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi sebagai tim dengan karakter permainan berbeda.
Hingga awal Oktober, Borneo FC masih memimpin dalam tekel sukses, sedangkan Dewa United memimpin dalam pelanggaran. Statistik ini bisa berubah seiring berjalannya musim. Namun, satu hal yang pasti: pertemuan Borneo FC vs Dewa United akan menjadi laga yang menarik untuk disaksikan, mempertemukan tim paling rajin merebut bola dengan tim paling sering melanggar.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, BRI Super League 2026/27 menjanjikan persaingan yang seru. Borneo FC dan Dewa United adalah dua kekuatan yang patut diperhitungkan. Siapapun yang mampu menjaga disiplin dan memanfaatkan peluang akan berpeluang besar meraih gelar juara.







