Sport

Pedro Acosta Ungkap Alasan Pindah ke Ducati: Bukan Uang, Tapi Ambisi Kalahkan Marc Marquez

Pedro Acosta Ungkap Alasan Pindah ke Ducati: Bukan Uang, Tapi Ambisi Kalahkan Marc Marquez
Pedro Acosta Ungkap Alasan Pindah ke Ducati: Bukan Uang, Tapi Ambisi Kalahkan Marc Marquez
Daftar Isi
  1. Alasan Utama: Motor Kompetitif dan Ambisi Gelar
  2. Uji Coba Motor 850 cc dan Ban Pirelli
  3. Performa Acosta Bersama KTM
A− A+

Media Blora – Keputusan Pedro Acosta meninggalkan KTM untuk bergabung dengan Ducati Lenovo Team pada MotoGP 2027 menjadi salah satu cerita paling menarik di paddock. Pembalap muda Spanyol itu menegaskan bahwa kepindahannya bukan didorong oleh uang, melainkan ambisi besar untuk bersaing head-to-head melawan Marc Marquez dengan motor yang identik.

Acosta akan menjadi tandem Marc Marquez di Ducati Lenovo Team hingga akhir 2028. Keputusan ini mengakhiri kebersamaan panjangnya dengan KTM, pabrikan Austria yang telah membesarkan namanya sejak kelas Moto3. CEO KTM, Gottfried Neumeister, mengungkapkan bahwa ia sempat berjuang keras membujuk Acosta agar bertahan. Namun, jawaban sang pembalap justru membuatnya terdiam.

Baca juga:

“Gottfried, ini bukan soal selisih satu juta lebih atau kurang. Bagi saya, pindah cuma demi uang bukanlah semangat balap yang sesungguhnya,” ujar Acosta seperti ditirukan Neumeister.

Bagi Acosta, kejujuran dan semangat balap sejati jauh lebih penting daripada urusan finansial. Ia ingin membuktikan kemampuan sesungguhnya dengan motor yang mampu membawanya meraih gelar juara dunia.

Alasan Utama: Motor Kompetitif dan Ambisi Gelar

Sejak menandatangani kontrak dengan KTM, Acosta hanya menginginkan satu hal: motor yang bisa membawanya menjadi juara. Namun, performa RC16 dinilai belum cukup kompetitif untuk bersaing dalam perebutan titel. Hal ini mendorongnya mencari opsi tim lain yang mampu memberikan paket motor mumpuni.

Pilihan akhirnya jatuh ke Ducati. Pabrikan Italia itu telah menjadi tolok ukur di kejuaraan selama beberapa musim terakhir. Ducati meraih gelar juara konstruktor enam kali beruntun sejak 2020, serta mendominasi gelar juara pembalap dalam empat musim terakhir. Francesco Bagnaia juara pada 2022 dan 2023, Jorge Martin pada 2024, dan Marc Marquez pada 2025.

“Memang begitulah kenyataannya. Sejak menandatangani kontrak dengan KTM, satu-satunya yang aku inginkan adalah motor yang bisa membawaku meraih gelar juara. Motor ini (RC16) jelas belum bisa mewujudkannya. Sejujurnya, aku tidak punya waktu lagi untuk terbuang sia-sia,” kata Acosta dalam wawancara dengan Crash pada pekan balap GP Jerman.

Uji Coba Motor 850 cc dan Ban Pirelli

Menariknya, sebelum resmi pindah, Acosta justru mendapat kesempatan menjajal motor prototipe MotoGP 850 cc milik KTM. Kesempatan itu datang dalam sesi tes pasca-balapan di Red Bull Ring, Austria. Selain motor baru, ia juga menguji ban Pirelli yang akan digunakan MotoGP mulai musim 2027.

Baca juga:

KTM menjadi satu-satunya pabrikan dalam tes Austria yang membolehkan pebalap yang akan hengkang mencoba motor prototipe mereka. Sebelumnya, Honda juga memberikan kesempatan serupa kepada Joan Mir dan Luca Marini di Brno pada Juni lalu.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menjelaskan bahwa keputusan memberikan motor tersebut kepada Acosta sudah dibicarakan sebelumnya. Tujuannya adalah mendapatkan data pembanding dari pebalap terbaik yang mereka miliki saat ini, sekaligus melanjutkan pengembangan yang sebelumnya dilakukan Pol Espargaro.

“Kami telah berbicara pekan lalu, dan kami memutuskan untuk membiarkan Pedro mengendarai motor tersebut. Tujuannya adalah mendapatkan tolok ukur dari pebalap terbaik yang kami miliki saat ini di dalam grup, serta mengambil alih motor 850 dari Pol, yang sebelumnya tampil sangat baik dalam tes di Mugello,” jelas Beirer.

Hasil tes tersebut belum dirilis secara resmi. Namun, laporan tidak resmi menempatkan Acosta sebagai salah satu pebalap tercepat kedua, di belakang Diogo Moreira dari Honda. Sementara itu, Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang akan bergabung dengan tim pabrikan KTM harus menunggu hingga tes Valencia untuk pertama kali menjajal motor MotoGP 2027 dengan ban Pirelli.

Performa Acosta Bersama KTM

Acosta bukan pembalap sembarangan. Sejak debut di MotoGP pada 2024 bersama GASGAS Tech3, ia langsung menempati peringkat keenam dengan 215 poin. Pada 2025, ia promosi ke tim pabrikan KTM dan finis keempat klasemen akhir dengan 307 poin dari 22 seri.

Musim ini, grafik performanya terus menanjak. Acosta naik podium enam kali dan mencetak kemenangan perdana di MotoGP saat GP Austria. Ia kini bertengger di peringkat keempat klasemen, tertinggal 72 poin dari Jorge Martin.

Baca juga:

Kemenangan di Austria menjadi momen spesial. Acosta harus bekerja keras menyalip Martin pada lap kesembilan, lalu menjaga jarak hingga finis. Ia menyelesaikan 28 lap dengan waktu 42 menit 16,996 detik. Kemenangan itu juga menjadi yang pertama bagi KTM di balapan utama Austria.

Meski tampil impresif, Acosta tetap merasa KTM belum bisa memberinya paket juara. Ia pun memilih Ducati sebagai pelabuhan baru. Keputusan ini tentu menambah bumbu persaingan MotoGP 2027, terutama karena ia akan setim dengan Marc Marquez, pembalap yang ia idolakan sekaligus ingin dikalahkan.

Dengan motor Ducati yang mendominasi, Acosta memiliki peluang besar mewujudkan ambisinya. Namun, tantangan tidak akan mudah. Marquez masih menjadi patokan di tim yang sama, dan persaingan internal Ducati selalu ketat. Yang jelas, Acosta telah membuat pilihan berani demi mengejar mimpi menjadi juara dunia.

Mungkin Anda Suka