Fokus Jepara – Jakarta – Tren penyimpanan dana di deposito bank digital semakin diminati oleh masyarakat pada bulan Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh imbal hasil yang ditawarkan yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan tabungan konvensional. Dalam situasi persaingan yang ketat di industri perbankan, beberapa bank digital bersaing dengan menawarkan bunga tinggi untuk menarik perhatian nasabah.
Dengan suku bunga acuan yang masih tinggi, deposito digital kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin menjaga nilai uang mereka sekaligus mendapatkan keuntungan yang stabil. Proses pembukaan rekening yang sepenuhnya online memudahkan nasabah, ditambah dengan fleksibilitas dalam memilih tenor dan pencairan bunga yang lebih cepat.
Amar Bank menjadi salah satu penyedia deposito digital yang cukup agresif dengan tawaran bunga yang menggiurkan. Produk deposito digital dari Amar Bank menarik minat banyak orang karena potensi keuntungannya yang lebih besar dibandingkan dengan deposito di bank umum. Di sisi lain, SeaBank juga berhasil menarik perhatian nasabah dengan fitur bunga harian yang menarik dan kemudahan transfer antarbank tanpa biaya.
Allo Bank tidak mau ketinggalan dalam persaingan ini. Mereka menawarkan bunga deposito yang bervariasi tergantung pada lama tenor simpanan. Semakin lama dana disimpan, semakin tinggi pula bunga yang bisa diperoleh. Strategi ini mendorong masyarakat untuk membandingkan deposito digital sebagai alternatif investasi yang minim risiko.
Namun, masyarakat harus tetap waspada terhadap aturan yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bunga deposito yang terlalu tinggi dan melebihi batas penjaminan bisa berisiko membuat simpanan tidak sepenuhnya terjamin. Oleh karena itu, penting bagi calon nasabah untuk memahami syarat dan ketentuan sebelum membuka deposito digital.
Selain bunga yang menarik, keunggulan lain dari deposito bank digital adalah kemudahan akses melalui aplikasi smartphone. Nasabah bisa membuka deposito kapan saja tanpa harus mengunjungi kantor cabang. Beberapa bank bahkan menyediakan simulasi keuntungan secara otomatis untuk membantu calon deposan dalam menghitung estimasi bunga yang akan mereka peroleh.
Pengamat perbankan memperkirakan bahwa tren deposito digital masih akan terus berkembang sepanjang tahun 2026. Peningkatan literasi keuangan digital serta tingginya kebutuhan masyarakat akan instrumen investasi yang aman menjadi faktor pendorong utama. Di sisi lain, persaingan antara bank diperkirakan akan semakin ketat, dengan masing-masing bank berlomba-lomba menawarkan bunga dan fitur terbaik.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pendapatan pasif dengan risiko rendah, deposito digital bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Namun, calon nasabah disarankan untuk membandingkan berbagai aspek, seperti tingkat bunga, tenor, biaya penalti, serta reputasi bank sebelum menempatkan dana mereka agar dapat memaksimalkan keuntungan yang diperoleh.








