Fokus Jepara – Presiden Prabowo Subianto tidak rela untuk menjual BUMN industri pertahanan ke asing. Ia berencana untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional melalui investasi dan inovasi. Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengembangkan teknologi antariksa dan nuklir. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan bahwa lembaganya tengah mengembangkan teknologi nuklir dan antariksa untuk meningkatkan kemampuan industri nasional. BRIN juga membangun fasilitas riset strategis yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, stasiun bumi satelit, laboratorium genomic terbaik di Asia Tenggara, dan pusat komputasi berperforma tinggi yang masuk top 500 dunia.
BRIN fokus kepada teknologi maju, salah satunya adalah industri semikonduktor. Fokus ini ditujukan untuk memperkuat daya saing industri nasional melalui riset dan inovasi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Prabowo juga berencana untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional melalui investasi dan inovasi. Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengembangkan teknologi radar bawah tanah yang mampu mendeteksi bunker di bawah tanah. Video yang menampilkan Prabowo berpidato soal teknologi radar bawah tanah yang mampu mendeteksi bunker para koruptor telah dibagikan di media sosial. Namun, narasi dalam video itu keliru sehingga perlu diluruskan.
Prabowo tidak akan membongkar bunker di rumah mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Bunker di rumah Jokowi tidak berisi Rp 198 triliun. Ini adalah klarifikasi dari Kompas.com terkait informasi yang beredar di media sosial.
Prabowo berencana untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional melalui investasi dan inovasi. Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengembangkan teknologi antariksa dan nuklir. Kita harus bangkitkan kemampuan industri pertahanan nasional dengan meningkatkan kemampuan teknologi dan investasi.
Kita harus meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional dengan meningkatkan kemampuan teknologi dan investasi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Kita harus bangkitkan kemampuan industri pertahanan nasional dengan meningkatkan kemampuan teknologi dan investasi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.






