Media Blora – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung kembali menunjukkan eksistensinya dalam ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia, Kriyanusa 2026. Acara yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) ini mengusung tema ‘Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia’ dan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar nasional dan global.
Ketua Dekranasda Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, turut hadir dalam pembukaan acara pada Senin (28/9). Keikutsertaan Badung dalam Kriyanusa 2026 membuahkan hasil positif. Produk kerajinan unggulan yang mengedepankan kreativitas dan nilai budaya Bali mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Hal ini tercermin dari capaian penjualan yang terus meningkat setiap harinya.
Pada hari pertama, penjualan tercatat mencapai Rp 11 juta, lalu Rp 9 juta pada hari kedua, dan kembali naik menjadi Rp 12 juta pada hari ketiga. “Astungkara, tingkat penjualan produk kerajinan kita dari hari pertama hingga sekarang menunjukkan peningkatan yang baik. Hal ini membuktikan bahwa minat belanja masyarakat terhadap produk-produk khas Kabupaten Badung sangat luar biasa, meskipun di tengah situasi ekonomi saat ini,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Kriyanusa 2026 diikuti oleh 410 stan dari 257 peserta yang terdiri dari berbagai daerah, kementerian, Dekranasda daerah, yayasan, hingga pelaku kuliner. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas Ibu Tri Tito Karnavian, Ketua Pelaksana Kriyanusa 2026 Ibu Ayu Heni Rosan, serta Ibu-Ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Merah Putih.
Selain pameran, Kriyanusa 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana yang diikuti oleh para Ketua Dekranasda se-Indonesia. Ketua Dekranasda Badung turut ambil bagian dengan menampilkan busana casual berbahan kain tenun tradisional khas daerah. Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah yang memiliki karakter serta nilai budaya kuat.
“Melalui pameran dan fashion show ini, kita dapat memperkenalkan produk-produk unggulan daerah yang sarat akan ciri khas dan nilai budaya. Produk-produk kerajinan serta tenunan dari Bali, khususnya Badung, sangat digemari oleh pengunjung,” tambahnya.
Nyonya Rasniathi juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya dalam meningkatkan kualitas, inovasi, desain, serta daya saing produk. Dekranasda Badung siap menindaklanjuti arahan Dekranasda Provinsi Bali untuk terus mendorong perajin agar mampu berinovasi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
“Kami berharap seluruh Kabupaten/Kota di Bali dapat terus aktif berpartisipasi dalam ajang Kriyanusa maupun pameran besar lainnya seperti Inacraft. Kami juga bangga beberapa produk kerajinan kita terpilih untuk diikutsertakan dalam perlombaan, dan berharap produk karya perajin Badung bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya.
Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Badung terus mendorong penguatan ekosistem kerajinan daerah sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk karya perajin Badung untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Partisipasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan para perajin.
Kesimpulan
Keikutsertaan Dekranasda Badung dalam Kriyanusa 2026 membuktikan bahwa produk kerajinan lokal memiliki daya tarik dan daya saing tinggi. Peningkatan penjualan dari hari ke hari menjadi indikator positif bahwa minat pasar terhadap produk khas Badung terus tumbuh. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, produk kerajinan Badung diharapkan mampu menembus pasar global dan mengangkat nama daerah di kancah internasional.






