Fokus Jepara – Setelah 20 tahun menjalani kehidupan tanpa aliran listrik, rumah Muhroji dan istrinya, Munarti, di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya disambungkan dengan jaringan listrik oleh PLN. Sebelumnya, keluarga ini hanya mengandalkan sentir berbahan bakar minyak goreng atau minyak jelantah sebagai penerangan.
Munarti menceritakan bahwa rumah mereka belum pernah memiliki akses listrik sejak dibangun 20 tahun lalu. Meskipun berjarak puluhan meter dari jalan desa, jaringan listrik belum dapat menjangkau rumah tersebut. Setiap malam, Munarti menuangkan minyak goreng ke dalam kaleng bekas, memasang sumbu, lalu menyalakannya sebagai sumber penerangan.
Pemerintah desa setempat telah mengajukan pemasangan listrik dua kali, namun gagal terealisasi. Kepala Desa Pledokan, Alimin, mengatakan bahwa pengajuan pemasangan instalasi listrik dilakukan dua kali, yakni pada 2021 dan 2023. Namun, pemasangan itu dibutuhkan trafo baru, jadi harus ada penambahan trafo di lokasi menuju rumah warga tersebut.
Alimin mengungkapkan bahwa pihaknya juga sempat mengupayakan adanya panel surya. Kini, setelah kisah mereka menjadi perhatian publik, rumah tersebut segera disambungkan dengan jaringan listrik oleh PLN.
Dengan adanya aliran listrik, keluarga Muhroji dan Munarti dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman dan modern. Mereka tidak perlu lagi mengandalkan sentir sebagai penerangan, dan dapat menggunakan peralatan listrik lainnya untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.
Kisah keluarga Muhroji dan Munarti ini menjadi contoh bahwa masih banyak masyarakat yang belum menikmati akses listrik, dan perlu perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu mereka. Dengan adanya bantuan dari PLN, keluarga ini dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dan lebih nyaman.





