News

Gebrakan Zohran Mamdani Bekukan Harga Sewa 1 Juta Apartemen, Disebut Kelegaan Bagi Para Pekerja

Gebrakan Zohran Mamdani Bekukan Harga Sewa 1 Juta Apartemen, Disebut Kelegaan Bagi Para Pekerja
Gebrakan Zohran Mamdani Bekukan Harga Sewa 1 Juta Apartemen, Disebut Kelegaan Bagi Para Pekerja
A− A+

Fokus Jepara – Politik Amerika telah mengalami perubahan skala dengan tiba-tiba munculnya Darializa Avila Chevalier sebagai salah satu nama paling panas dalam politik. Ia tidak hanya mengalahkan anggota Kongres lima periode, Adriano Espaillat, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Distrik Kongres ke-13 New York, tetapi juga menyeret Partai Demokrat ke dalam perdebatan lama yang kini menyala kembali.

Sebagaimana dilaporkan City & State New York pada Selasa, 23 Juni 2026, Associated Press memproyeksikan kemenangan Avila Chevalier tak lama setelah pukul 22.30 waktu setempat. Ia meraih sekitar 49 persen suara, mengungguli Espaillat yang memperoleh sekitar 46 persen.

Baca juga:

City & State menyebut kemenangan itu sebagai kemenangan besar bagi gerakan kiri New York, Democratic Socialists of America atau DSA, Justice Democrats, dan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Dalam pidato kemenangannya, Avila Chevalier menyampaikan pesan yang menggambarkan inti kampanyenya.

“Mulai hari ini, kami tidak akan lagi menerima politik yang hanya memberi kami remah-remah, lalu mengharapkan kami berterima kasih atas itu,” katanya di hadapan pendukungnya di Hamilton Heights, sebagaimana dikutip City & State New York.

Avila Chevalier, 32 tahun, bukan politisi karier. The Guardian melaporkan pada Senin, 22 Juni 2026, ia adalah kandidat progresif yang bekerja sebagai penyelidik pembela publik, sedang menyelesaikan program doktoral di City University of New York, dan lama aktif dalam isu Palestina, imigrasi, serikat pekerja, serta keadilan rasial.

Ia pernah menjadi pengorganisasi kampanye Zohran Mamdani di wilayah distriknya saat Mamdani maju dalam pemilihan wali kota New York. Jalan masuknya ke politik elektoral bermula dari ketidakpuasan terhadap Espaillat, terutama terkait isu Palestina.

City & State New York melaporkan pada 23 Juni 2026, pada Februari 2025 Avila Chevalier mengirim email kepada Justice Democrats untuk menyampaikan keluhan terhadap Espaillat. Dalam email itu, ia menulis bahwa sejumlah orang mulai memikirkan strategi elektoral untuk menggulingkan atau menekan Espaillat terkait kebijakannya.

Baca juga:

Pada Agustus 2025, Justice Democrats sudah mendukung pencalonannya. Dukungan DSA menjadi titik penting berikutnya. City & State New York melaporkan pada Kamis, 22 Januari 2026, anggota NYC-DSA memilih untuk mendukung Avila Chevalier melawan Espaillat.

Dalam pemungutan suara internal, 82 persen anggota yang berpartisipasi mendukung endorsement untuk Chevalier, melewati ambang batas yang dibutuhkan organisasi tersebut. Namun, mesin politik yang benar-benar mengubah skala pertarungan adalah Zohran Mamdani.

The Guardian melaporkan pada 22 Juni 2026, Mamdani mendukung tiga kandidat kongres dalam pemilihan pendahuluan Demokrat di New York, termasuk Avila Chevalier. Mamdani juga tampil dalam iklan politik bersama mereka dan menggelar kampanye bersama Senator Bernie Sanders menjelang hari pemungutan suara.

Dukungan itu sangat menentukan karena Mamdani sebelumnya menang besar di wilayah yang sama. The Guardian mencatat Avila Chevalier pernah menjadi organizing lead kampanye wali kota Mamdani di kawasan tersebut, tempat Mamdani mengalahkan Andrew Cuomo dengan perolehan hampir 60 persen berbanding 40 persen.

Dengan kata lain, Chevalier mewarisi jaringan lapangan, emosi politik, dan basis pemilih anti-kemapanan yang telah dibangun Mamdani. Kampanye Chevalier memadukan isu lokal dan ideologi besar. Ia menuduh Espaillat terlalu lama berkuasa dan terlalu jauh dari kebutuhan warga.

Baca juga:

“Ia telah menduduki jabatan publik dalam berbagai posisi selama 30 tahun, dan sekarang sudah saatnya terjadi perubahan,” kata Chevalier kepada The Guardian. Ia membawa isu biaya hidup, gentrifikasi, perumahan, layanan kesehatan universal, perlindungan imigran, dan penolakan terhadap pengaruh uang besar dalam politik.

Gebrakan Zohran Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Distrik Kongres ke-13 New York telah memberikan kelegaan bagi para pekerja. Dengan dukungan dari Mamdani dan gerakan kiri New York, Avila Chevalier telah berhasil mengalahkan Espaillat dan menyeret Partai Demokrat ke dalam perdebatan lama yang kini menyala kembali.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa politik Amerika telah mengalami perubahan skala dengan tiba-tiba munculnya Darializa Avila Chevalier sebagai salah satu nama paling panas dalam politik. Ia bukan hanya mengalahkan anggota Kongres lima periode, tetapi juga menyeret Partai Demokrat ke dalam perdebatan lama yang kini menyala kembali.

Mungkin Anda Suka