Fokus Jepara – Jepang telah mengalami peningkatan jumlah turis asing dalam beberapa tahun terakhir, dan tren ini tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Salah satu faktor yang berkontribusi pada hal ini adalah nilai tukar yen yang relatif rendah, membuat Jepang menjadi destinasi yang relatif murah bagi wisatawan.
Meskipun biaya visa telah dinaikkan secara signifikan sejak 1 Juli 2026, dengan biaya single entry mencapai 15.000 yen atau sekitar Rp1,65 juta, Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi banyak orang. Kenaikan biaya visa ini merupakan revisi pertama dalam beberapa tahun terakhir dan diterapkan oleh Pemerintah Jepang.
Untuk mempertahankan daya tarik wisatawan, beberapa daerah di Jepang, seperti Prefektur Fukuoka, telah meluncurkan program diskon untuk turis asing. Melalui program Go! Fukuoka, wisatawan asing yang menginap di hotel di Fukuoka dapat mendapatkan diskon pemerintah sebesar 3.000 yen atau sekitar Rp345.000 per orang per malam.
Selain itu, pemerintah Jepang juga telah mengusulkan aturan baru untuk izin tinggal permanen, yang mencakup persyaratan penghasilan rumah tangga minimum, proyeksi manfaat pensiun, dan kemampuan berbahasa Jepang. Aturan ini diharapkan dapat membantu membangun “masyarakat yang tertib” di Jepang, di mana warga Jepang dan warga asing dapat hidup berdampingan dengan harmonis.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jepang juga telah mencatat peningkatan upah riil pekerja, yang naik selama enam bulan berturut-turut berkat lonjakan bonus. Upah riil yang telah disesuaikan dengan inflasi meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan upah nominal per pekerja naik 3,4 persen menjadi 531.677 yen atau sekitar Rp61,14 juta.
Dengan berbagai daya tarik wisata, budaya, dan kuliner yang unik, Jepang tetap menjadi destinasi yang menarik bagi banyak orang. Meskipun biaya visa telah dinaikkan, Jepang masih menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan dari seluruh dunia.








