Fokus Jepara – Investor legendaris Lo Kheng Hong baru-baru ini berbagi filosofi investasi dalam sebuah seminar nasional yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana (FEB UKRIDA) dan beberapa co-host lainnya. Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai organisasi dan instansi.
Lo Kheng Hong membagikan perjalanan panjangnya sebagai investor dan bagaimana ia berhasil membangun kekayaan dari investasi di pasar modal. Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan kemampuan mengelola risiko dalam berinvestasi.
Selain itu, Lo Kheng Hong juga dikenal sebagai pemegang saham beberapa emiten besar, termasuk PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Ia baru-baru ini menerima dividen dari SIMP dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), yang menambah pundi-pundi dividen miliknya.
Rektor UKRIDA, Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wujud sinergi antara kalangan akademisi, regulator, dan praktisi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKRIDA, Dr. Diana Frederica, S.E., M.Ak., CFP®️., CHCP-A., menambahkan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk keuangan, tetapi juga kemampuan mengelola risiko dan mengambil keputusan investasi secara bijak.
Dalam beberapa hari terakhir, Lo Kheng Hong juga menjadi sorotan karena kepemilikan sahamnya di BMTR. Ia memegang 1,06 miliar lembar saham BMTR, atau setara dengan 6,43% dari total saham yang beredar.
Kegiatan seminar ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memahami pentingnya literasi keuangan dan filosofi investasi yang tepat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab.








