Fokus Jepara – Peringatan Hari Raya Idul Adha 2026, yang jatuh pada Rabu, 27 Mei, dipastikan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di Indonesia. Selain sebagai waktu untuk beribadah dan berkurban, Idul Adha juga memicu berbagai tradisi dan kegiatan sosial yang melibatkan keluarga dan masyarakat.
Tradisi Garebeg di Keraton Yogyakarta, yang biasanya menyertakan kirab gunungan, akan mengalami penyederhanaan tahun ini. Sri Sultan Hamengku Buwono X memutuskan untuk tidak melibatkan masyarakat dalam prosesi tersebut untuk menghemat biaya di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih. Prosesi Garebeg hanya akan dilaksanakan secara terbatas oleh abdi dalem tanpa iring-iringan prajurit dan tanpa kirab gunungan yang menjadi daya tarik utama. Sultan menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respon terhadap kebutuhan efisiensi biaya, karena pelaksanaan kirab membutuhkan dana yang cukup besar.
Perayaan Idul Adha juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan keluarga dengan adanya libur panjang. Pemerintah telah menetapkan Rabu, 27 Mei, sebagai hari libur nasional, diikuti dengan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei. Masyarakat berpotensi menikmati libur panjang hingga enam hari jika mengambil cuti tambahan pada Jumat, 29 Mei. Libur panjang ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, melakukan perjalanan mudik, atau berwisata.
Namun, perayaan Idul Adha juga sering kali mendorong pengeluaran impulsif. Untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat, penting bagi masyarakat untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Berikut adalah lima tips untuk mengontrol pengeluaran saat Idul Adha:
- Jauhi Promo yang Tidak Perlu: Menghindari godaan promo yang tidak relevan dapat membantu mengurangi pengeluaran impulsif.
- Batasakan Uang di Rekening: Menyimpan sebagian uang di tempat yang tidak mudah diakses untuk transaksi sehari-hari dapat membantu mengontrol pengeluaran.
- Berikan Jeda Sebelum Membeli: Mengambil waktu sejenak sebelum melakukan pembelian dapat membantu menilai apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
- Sadar akan Emosi Belanja: Memahami emosi dan tekanan sosial yang mendorong belanja dapat membantu menjaga pengeluaran tetap rasional.
- Fokus pada Kebutuhan Utama: Prioritaskan kebutuhan dasar dan kurban sebelum memikirkan pengeluaran tambahan.
Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam takbiran dengan berbagai amalan sunnah. Malam Idul Adha adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk beribadah, dan beberapa amalan yang bisa dilakukan termasuk berdoa dan berzikir.
Dengan semua tradisi dan kegiatan yang menyertai perayaan Idul Adha, diharapkan umat Islam dapat merayakannya dengan penuh makna, serta menjaga keuangan agar tidak terganggu pasca perayaan. Semoga perayaan tahun ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi seluruh umat.








