Fokus Jepara – Polisi memilih mundur demi melindungi warga sebelum tiga anggota Satresnarkoba gugur diserang pelaku saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Menurut Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, keputusan personel untuk mundur dari lokasi bukan karena kalah dalam menghadapi pelaku, melainkan karena situasi berubah drastis dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi penggerebekan.
Operasi penangkapan terhadap target yang diduga sebagai bandar sabu sebenarnya telah dipersiapkan melalui proses penyelidikan dan pemetaan lokasi. Namun, situasi berubah ketika muncul teriakan yang menyebut telah terjadi perampokan. Teriakan tersebut memicu warga berdatangan ke lokasi sehingga kondisi menjadi semakin tidak terkendali.
Pelaku diduga membakar kendaraan polisi lalu mengejar dan membunuh tiga anggota Satresnarkoba. Polda Kalteng telah menangkap sembilan tersangka dan masih memburu empat orang lainnya.
Aipda Yudhi Perdana Putra, salah satu polisi yang gugur, dikenal sebagai polisi yang berdedikasi dan profesional. Ia meninggalkan keluarga yang masih membutuhkan perlindungan dan perhatian.
Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua akan bahaya narkoba dan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat. Pemerintah dan aparat keamanan harus terus bekerja sama untuk memberantas kejahatan narkoba dan melindungi warga negara.








