Fokus Jepara – Musim MotoGP 2026 sudah memasuki pertengahan musim, dan beberapa pembalap mulai menunjukkan kemajuan mereka. Salah satu yang menarik perhatian adalah Veda Ega Pratama, pembalap asal Indonesia yang saat ini bergabung dengan Honda Team Asia di kelas Moto3.
Veda sendiri juga menjanjikan sebagai rider yang membawa nama Indonesia di kelas ringan dalam ajang MotoGP itu melalui torehan 2 podium. Namun, Veda masih harus bekerja keras pada paruh kedua nanti mengingat Brian Uriarte, rival terdekatnya, semakin matang dalam menggeber motornya.
Brian Uriarte, pembalap asal Spanyol, telah menorehkan 3 podium dengan 2 kemenangan pada GP Italia dan GP Jerman. Ini membuatnya menjadi kandidat terkuat untuk gelar rookie terbaik Moto3 2026. Uriarte unggul cukup jauh atas Veda dengan selisih 37 poin.
Sementara itu, di kelas MotoGP, ada empat pembalap yang belum pernah memenangi balapan. Mereka adalah Acosta, Marini, Aldeguer, dan Fernandez. Acosta, pembalap asal Spanyol, digadang-gadang sebagai calon juara dunia berikutnya, tapi sampai 3,5 musim di kelas MotoGP, Acosta sama sekali belum memenangi balapan.
Marini, adik tiri Valentino Rossi, sudah mengaspal di MotoGP sejak 2021, tapi dalam 94 kali start balapan, Marini hanya bisa meraih dua kali podium saat membela tim VR46 Racing Team. Sementara itu, Aldeguer dan Fernandez sudah menang di GP Mandalika 2025 dan GP Australia 2025.
Musim MotoGP 2026 masih panjang, dan beberapa pembalap masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemajuan mereka. Namun, untuk saat ini, Brian Uriarte dan Maximo Quiles masih menjadi kandidat terkuat untuk gelar rookie terbaik dan juara dunia Moto3 2026.
Kesimpulan, musim MotoGP 2026 masih sangat menarik, dengan beberapa pembalap menunjukkan kemajuan mereka. Veda Ega Pratama, pembalap asal Indonesia, masih harus bekerja keras untuk meningkatkan posisinya, sementara Brian Uriarte dan Maximo Quiles masih menjadi kandidat terkuat untuk gelar rookie terbaik dan juara dunia Moto3 2026.








