Gus Yasin Dorong Santri Kembangkan Kemandirian lewat Koperasi Pesantren di Pati

Oleh Dedi Kurniawan 17 Apr 2026, 20:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi santri melalui program koperasi pondok pesantren. Pada Jumat, 17 April 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren yang bertajuk “Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri”. Acara dilangsungkan di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Pati, dan dihadiri perwakilan dari dua puluh pesantren sekitar wilayah tersebut.

Fokus utama Bimtek kali ini adalah budidaya ikan lele, sebuah usaha yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan santri serta menambah kontribusi ekonomi pesantren. Selama sesi, peserta diberikan pelatihan teknis mulai dari pemilihan bibit, pengelolaan kolam, hingga pemasaran hasil produksi. Gus Yasin menekankan pentingnya santri tidak hanya menjadi penerima ilmu agama, melainkan juga menguasai keterampilan praktis yang dapat dijadikan sumber pendapatan.

“Pesantren tidak boleh hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama. Ia harus sekaligus menjadi agen dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pencipta kemandirian ekonomi,” ujar Taj Yasin dalam sambutan pembuka. Ia menegaskan bahwa ketiga fungsi tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan tanpa adanya dasar ekonomi yang kuat.

  • Penguatan fungsi dakwah melalui program sosial ekonomi.
  • Peningkatan kapasitas santri sebagai wirausahawan pertanian dan perikanan.
  • Kontribusi pesantren terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, yang bekerja sama dengan pihak pesantren dan para ahli budidaya ikan. Menurut Gus Yasin, penguasaan teknologi modern menjadi kunci untuk mengoptimalkan usaha santri. “Santri harus memahami teknologi agar usaha mereka dapat beroperasi secara maksimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Bimtek juga menyoroti strategi pemasaran. Gus Yasin mengingatkan bahwa produksi yang berlebih dapat menjadi beban bila tidak diiringi dengan rencana penjualan yang jelas. Oleh karena itu, peserta diajak belajar cara menembus pasar yang lebih luas, termasuk pemanfaatan platform digital dan jaringan distribusi regional.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Abdul Ghaffar Rozon, menyampaikan harapan bahwa program ini dapat memotivasi santri menjadi wirausahawan di bidang pertanian dan perikanan. “Kami berharap para santri bersedia menjadi entrepreneur yang tidak hanya menghasilkan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian pribadi maupun lembaga pesantren,” ujarnya.

Beberapa poin penting yang diangkat dalam Bimtek meliputi:

  1. Pemilihan bibit lele unggul yang tahan penyakit.
  2. Manajemen kualitas air dan pakan untuk memaksimalkan pertumbuhan.
  3. Penggunaan teknologi sensor untuk memantau kondisi kolam secara real-time.
  4. Strategi penetapan harga dan diversifikasi produk olahan lele.
  5. Pembentukan jaringan pemasaran melalui kerjasama dengan pasar tradisional dan online.

Gus Yasin menutup sesi dengan harapan bahwa inisiatif ini tidak hanya bersifat satu kali, melainkan menjadi program berkelanjutan. “Harapannya ini bisa berjalan terus, dan tentu saja istiqomah,” tuturnya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung kemandirian ekonomi santri.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Koperasi UMKM, serta kepemimpinan pesantren, diharapkan model koperasi pesantren dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jawa Tengah. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan santri, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Secara keseluruhan, Bimtek ini menandai langkah konkrit dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan kewirausahaan praktis, membuka peluang baru bagi generasi santri untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.