Bupati Wonogiri Resmikan 30 ZMart Baznas, Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik

Oleh Dedi Kurniawan 17 Apr 2026, 22:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Halo Wonogiri, Kamis 16 April 2026 – Bupati Kabupaten Wonogiri, Setyo Sukarno, secara resmi meluncurkan program ZMart Baznas yang memperkenalkan 30 mustahik di berbagai kecamatan sebagai wirausahawan mikro. Upacara peresmian digelar di Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, dan menandai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Program ZMart merupakan inisiatif Baznas Kabupaten Wonogiri yang menyalurkan bantuan total sebesar Rp 240.000.000. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan modal, pelatihan, branding, dan pendampingan usaha warung kelontong milik mustahik. Dengan pendekatan produktif, Baznas berharap para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan sesaat, tetapi dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berpotensi bertransformasi menjadi muzakki.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menekankan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah. Ia memuji kinerja Baznas yang telah mengintegrasikan program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga dakwah dalam satu kerangka kerja. “Program ZMart adalah contoh konkret bagaimana zakat dapat diolah menjadi motor penggerak ekonomi mikro, sekaligus menurunkan angka kemiskinan di wilayah kita,” ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Wonogiri untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas, menegaskan bahwa pengelolaan dana yang transparan dan tepat sasaran akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kelompok rentan. “Mari kita salurkan dana ibadah melalui Baznas Kabupaten Wonogiri agar manfaatnya lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan perubahan nyata bagi yang membutuhkan,” tambahnya.

Ketua Baznas Kabupaten Wonogiri, Ahans Mahabie, menjelaskan secara rinci mekanisme ZMart. Program ini tidak hanya memberikan modal tunai, melainkan juga menyediakan pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pendampingan selama enam bulan pertama operasional. “Kami ingin para mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku usaha yang kompetitif, mampu bersaing dengan ritel modern, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Ahans.

Berikut adalah poin utama program ZMart yang disampaikan oleh Ahans Mahabie:

  • Modal usaha sebesar Rp 8.000.000 per mustahik, total 30 peserta.
  • Pelatihan manajemen toko, akuntansi dasar, dan teknik pemasaran digital.
  • Pendampingan lapangan selama enam bulan oleh tim ahli Baznas.
  • Penyediaan branding khusus ZMart untuk meningkatkan visibilitas pasar.
  • Evaluasi berkala untuk memastikan kelangsungan usaha.

Selain itu, Ahans menambahkan bahwa ZMart merupakan bagian dari rangkaian program produktif Baznas, yang meliputi bantuan sumur air bersih, distribusi sembako, dan program sosial lainnya. Ia menegaskan komitmen Baznas untuk terus memperluas dampak zakat melalui inisiatif yang menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.

Acara peresmian juga dihadiri oleh pejabat setempat, antara lain Kabag Kesra Setda Wonogiri, Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri, Camat Ngadirojo, serta Kepala Desa Pondok. Kehadiran mereka menandakan dukungan lintas sektoral terhadap upaya pemberdayaan ekonomi mustahik.

Para mustahik yang menerima bantuan ZMart berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang sayur, penjual roti, hingga pemilik warung kelontong tradisional. Semua peserta menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang yang diberikan, mengingat tantangan persaingan dengan jaringan minimarket besar. Salah satu penerima manfaat, Ibu Siti Nurhaliza, mengaku, “Dengan modal dan pelatihan yang kami dapat, kami yakin dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pelanggan. Ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi masa depan kami.”

Pengalaman Baznas dalam mengelola dana zakat secara profesional menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Selama beberapa tahun terakhir, lembaga tersebut telah menyalurkan lebih dari Rp 1,5 miliar untuk program produktif, menunjukkan kapasitasnya dalam mengoptimalkan potensi ekonomi umat.

Secara keseluruhan, peluncuran ZMart diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan usaha mikro di Kabupaten Wonogiri. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga zakat, dan partisipasi aktif masyarakat, program ini berpotensi menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Keberhasilan ZMart akan menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengintegrasikan zakat dengan strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Jika program ini dapat direplikasi secara luas, maka potensi kontribusi zakat terhadap perekonomian nasional dapat meningkat secara signifikan.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, lembaga sosial, dan pelaku usaha, Kabupaten Wonogiri menatap masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.