17.500 Pedagang Bakso Jawa Tengah Siap Menggandeng Sertifikasi Halal untuk Menembus Pasar Nasional

Oleh Dedi Kurniawan 18 Apr 2026, 08:53 WIB 5 Views

MediaBlora – 18 April 2026 | Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan peningkatan daya saing sektor mikro melalui dorongan kepada sekitar 17.500 pedagang bakso yang tersebar di seluruh wilayah provinsi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin, menyampaikan agenda tersebut pada acara silaturahmi dan halal bihalal Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Nusantara Bersatu, Jawa Tengah, pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa pedagang bakso tidak hanya menjadi ikon kuliner tradisional, melainkan juga tulang punggung ekonomi mikro yang paling signifikan di provinsi ini. “Jumlah pedagang bakso di Jawa Tengah merupakan yang terbesar di antara sektor mikro lainnya. Banyak di antara mereka yang berhasil mengangkat kesejahteraan keluarganya, bahkan menghasilkan generasi penerus yang sukses,” ujarnya.

Apmiso mencatat total keanggotaan mencapai 17.500 orang, menjadikan asosiasi ini salah satu kontributor utama bagi perekonomian rakyat. Ahmad Luthfi menambahkan bahwa usaha bakso menjadi pilihan cepat bagi masyarakat yang ingin bangkit secara ekonomi, termasuk bagi mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi pasar yang berfluktuasi.

Gubernur menegaskan pentingnya intervensi pemerintah agar pelaku usaha tidak terjebak pada skala mikro yang stagnan. Salah satu langkah konkret yang diproyeksikan adalah percepatan proses sertifikasi halal. “Sertifikasi halal bukan sekadar label, melainkan standar kualitas yang membuka pintu akses pasar lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Karena prosesnya melibatkan penyesuaian alat produksi hingga prosedur kebersihan, dinas terkait harus siap mendampingi pedagang,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menilai sektor bakso telah terbukti tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, tetap menjadi penyokong utama pendapatan rumah tangga. Dalam diskusi informal, Gubernur bahkan menyebutkan bahwa bakso pernah disebutkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, ketika membicarakan kekayaan kuliner Indonesia, menambah citra internasional bagi produk lokal.

Ketua Umum Apmiso, Lasiman, mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih menghambat pertumbuhan pedagang bakso. “Persaingan semakin ketat, akses pembiayaan masih terbatas, dan fluktuasi harga bahan baku menjadi beban utama. Tanpa modal yang memadai, sulit bagi pedagang untuk memperbesar skala usaha, menambah aset, atau meningkatkan omzet,” ujarnya.

Lasiman menekankan bahwa pembiayaan menjadi prasyarat utama untuk memperluas kapasitas produksi. Ia mengakui kondisi saat ini masih lesu, namun menekankan pentingnya strategi inovatif agar usaha tetap bertahan dan berkembang. Apmiso juga mengajak kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha, khususnya dalam pemanfaatan teknologi, peningkatan proses produksi, dan strategi pemasaran modern.

Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan kesiapan untuk memperluas akses permodalan bagi anggota Apmiso. Menurut perwakilan BSI, lembaga keuangan syariah akan menawarkan produk pembiayaan yang sesuai dengan prinsip halal, sehingga mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi peralatan produksi.

Berbagai pihak menilai sinergi antara pemerintah, asosiasi pedagang, dan lembaga keuangan sebagai kunci utama dalam mengangkat sektor bakso ke level yang lebih kompetitif. Dengan dukungan sertifikasi halal, pedagang diharapkan dapat menembus pasar modern, seperti supermarket, jaringan ritel, dan platform e‑commerce, serta menembus pasar ekspor.

Berikut rangkuman langkah strategis yang diusulkan:

  • Peningkatan kapasitas produksi melalui bantuan teknis dan penyediaan peralatan standar halal.
  • Fasilitasi akses pembiayaan dari bank syariah dan lembaga keuangan non‑bank.
  • Pelatihan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan konsumen.
  • Kolaborasi dengan institusi akademik untuk riset inovasi produk bakso, termasuk varian sehat dan ramah lingkungan.
  • Promosi bersama pemerintah daerah untuk menampilkan produk bakso Jawa Tengah pada pameran kuliner nasional dan internasional.

Dengan implementasi program-program tersebut, diharapkan pedagang bakso tidak hanya mempertahankan eksistensi mereka di pasar tradisional, tetapi juga mampu bersaing di arena bisnis yang lebih luas. Keberhasilan sertifikasi halal menjadi pintu gerbang utama untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, baik domestik maupun internasional, sekaligus membuka peluang ekspor produk bakso khas Jawa Tengah.

Kesimpulannya, dukungan terintegrasi antara pemerintah, asosiasi pedagang, dan lembaga keuangan akan memperkuat fondasi ekonomi mikro di Jawa Tengah. Sertifikasi halal, akses pembiayaan, dan inovasi teknologi menjadi pilar utama dalam upaya mengangkat 17.500 pedagang bakso menjadi pemain utama dalam pasar kuliner nasional dan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.