Fokus Jepara – Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya berbagai polemik mengenai aset properti yang mereka miliki. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membeberkan bahwa rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang saat ini ditempati oleh Sarwendah dan anak-anaknya, sebenarnya dibeli oleh Ruben Onsu secara tunai.
Namun, setelah pembelian rumah tersebut, Sarwendah yang saat itu masih menjadi istri Ruben Onsu, meminta agar rumah tersebut direnovasi besar-besaran. Oleh karena itu, Ruben Onsu kemudian menjaminkan sertifikat rumah tersebut ke bank untuk memperoleh pinjaman sebesar Rp 10,1 miliar guna membiayai renovasi.
Menurut Minola Sebayang, proses renovasi rumah tersebut berjalan dengan biaya yang sangat fantastis, yaitu mencapai lebih dari Rp 11 miliar. Kontraktor yang ditunjuk untuk mengerjakan renovasi rumah tersebut adalah ayah kandung Sarwendah sendiri. Meskipun demikian, Ruben Onsu tetap membiayai seluruh proyek renovasi tersebut hingga selesai.
Ruben Onsu diketahui melakukan transfer dana sebesar Rp 250 juta sebanyak 46 kali kepada ayah Sarwendah yang bertindak sebagai kontraktor. Hal ini menunjukkan bahwa Ruben Onsu sangat serius dalam membiayai renovasi rumah impian Sarwendah, meskipun pada akhirnya harus berutang kepada bank.
Saat ini, Ruben Onsu harus menanggung cicilan yang mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya akibat pinjaman yang dilakukannya. Namun, ia belum pernah menerima informasi resmi dari bank bahwa aset tersebut akan dilelang.
Keputusan Ruben Onsu untuk menjaminkan sertifikat rumah tersebut dan melakukan pinjaman kepada bank demi memenuhi keinginan Sarwendah, kini menjadi beban finansial yang cukup berat baginya. Polemik ini menunjukkan betapa rumitnya masalah yang dihadapi oleh pasangan selebriti ini setelah bercerai.
Ruben Onsu juga dikabarkan akan hadir dalam sidang mediasi hak asuh anak dengan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia berharap agar sidang mediasi ini dapat membantu menyelesaikan masalah hak asuh anak mereka dengan lebih baik.







