Daftar Isi
Media Blora – Jakarta – Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus memanas meski perceraian mereka telah resmi berakhir sejak 24 September 2024. Kali ini, perseteruan memasuki babak baru terkait hak asuh anak dan pelaksanaan kesepakatan yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kliennya siap menghadiri sidang mediasi dan tidak akan mangkir dari panggilan pengadilan.
“Semua orang saat ini ingin masalah ini cepat selesai. Kalau dirasa ini sudah terlalu lama, saya rasa semua orang, saya juga melihatnya kok ini udah terlalu lama,” ujar Minola kepada awak media di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menepis isu yang beredar bahwa Ruben Onsu akan mangkir dari sidang mediasi hak asuh anak yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurut Minola, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa ini secara hukum dan terbuka.
Akta 39 dan Kewajiban Bertemu Anak
Minola kembali menyoroti Akta 39 yang mengatur kesepakatan pertemuan dengan anak. Dalam akta tersebut, Ruben Onsu memiliki hak bertemu dengan anak-anaknya dua hingga tiga hari dalam sepekan. Namun, kesepakatan itu disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau kita mengacu pada Akta 39 kemudian semua rundingan, semua musyawarah di ruang tertutup itu dilandasi pada spirit taat kepada Akta 39, yang mengatur waktu bertemu anak dan hal-hal lainnya, kan masalahnya nggak sepanjang ini,” jelas Minola.
Karena merasa kesepakatan tidak dijalankan, Ruben Onsu memutuskan untuk menghentikan nafkah untuk anak dan mengajukan gugatan hak asuh anak pada 30 Juni 2026 ke PN Jakarta Selatan. Langkah ini diambil setelah upaya-upaya sebelumnya dinilai tidak membuahkan hasil.
Menanggapi hal itu, Sarwendah tidak tinggal diam. Ia melayangkan aduan ke Komnas Perlindungan Anak dan menggugat Ruben Onsu terkait dugaan wanprestasi atas pelaksanaan Akta Notaris Nomor 39. Salah satu poin yang disorot adalah kewajiban cicilan dua rumah yang disebut mencapai sekitar Rp300 juta setiap bulan.
Perjalanan Rumah Tangga Ruben dan Sarwendah
Ruben Onsu dan Sarwendah pertama kali dekat ketika Sarwendah masih menjadi anggota Cherrybelle pada 2012. Hubungan mereka berlanjut ke jenjang pernikahan yang digelar di Bali pada 22 Oktober 2013. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak perempuan, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu. Ruben dan Sarwendah juga membesarkan Betrand Peto Putra Onsu alias Onyo sebagai bagian dari keluarga.
Namun, rumah tangga mereka harus berakhir. Ruben mengajukan gugatan cerai ke PN Jakarta Selatan pada Juni 2024, dan keduanya resmi bercerai pada 24 September 2024 melalui putusan verstek, yakni putusan yang dijatuhkan tanpa kehadiran pihak tergugat.
Meski perceraian telah selesai, sejumlah urusan yang sebelumnya disepakati bersama justru berkembang menjadi perkara baru. Mulai dari persoalan pertemuan dengan anak, pembagian aset, hingga pelaksanaan kesepakatan yang dituangkan dalam akta notaris. Gugatan terbaru yang diajukan Sarwendah membuat kisah pascacerai mereka kembali menjadi perhatian publik.
Langkah Hukum dan Harapan Penyelesaian
Minola menegaskan bahwa jika Ruben dan Sarwendah ingin menyelesaikan konflik di luar Akta 39, maka perlu ada kesepakatan baru antara keduanya. “Cuma penyelesaiannya seperti apa? Kalau penyelesaiannya menyimpang dari Akta 39, berarti harus ada kesepakatan ulang,” ungkapnya.
Pihak Ruben Onsu berharap sidang mediasi yang akan datang dapat menjadi ajang untuk mencari titik terang. Ruben dikabarkan siap tatap muka dengan Sarwendah untuk membahas hak asuh anak dan kewajiban-kewajiban lainnya. Mediasi dianggap sebagai langkah awal yang baik sebelum majelis hakim mengambil putusan.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan menggelar sidang mediasi dalam waktu dekat. Publik pun menantikan apakah kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan damai atau justru melanjutkan pertempuran hukum yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang betapa kompleksnya urusan pascaperceraian, terutama ketika melibatkan anak dan aset bersama. Semua pihak berharap agar penyelesaian dapat dilakukan secara bijak, mengutamakan kepentingan anak-anak, dan mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Dengan kesiapan Ruben Onsu menghadiri sidang mediasi, publik berharap perseteruan ini segera menemukan titik akhir. Yang terpenting, masa depan Thalia, Thania, dan Onyo tetap menjadi prioritas utama di tengah badai konflik orang tua mereka.







