Fokus Jepara – Deputi I Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie, mengatakan pemilihan asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah sesuai prosedur.
Penunjukkan Mufli ini sebelumnya menjadi sorotan publik karena memicu perdebatan sengit mengenai kompetensi vs relasi (jalur orang dalam/ordal). Tak sedikit juga yang mempertanyakan terkait latar belakang asisten presenter kondang tersebut.
Fahd menjelaskan, semua proses pemilihannya sudah dilakukan sesuai prosedur dan tidak boleh ada yang melanggar aturan dan hukum yang berlaku. "Kalau pun misalnya ada pihak-pihak atau nama-nama yang dianggap kurang kompeten, saya kira prosesnya sudah dilakukan sedemikian rupa dan kita berikan waktu mereka untuk melakukan tugas komisioningnya itu, yaitu melakukan pengawasan atau oversight dan juga melakukan pengarahan," ujarnya.
"Dalam hal ini posisi mereka itu bertugas untuk menjadi wakil dari pemilik atau dari pemegang saham, untuk memberikan arah yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah," tambah Fahd.
Fahd pun menyatakan jabatan tersebut tidak berkaitan secara langsung dengan kompetensi teknis maupun kemampuan teknis yang diperlukan dalam proses bisnis badan usaha milik negara (BUMN). Sekarang ini, kata Fahd, persoalan yang diperdebatkan adalah terkait latar belakang. Namun, menurutnya, seseorang tidak dapat dinilai hanya dari satu aspek tersebut.
"Di sini kami hanya ingin mengatakan bahwa latar belakang setiap orang bisa berbeda-beda dan kita mungkin tidak bisa hanya dari satu dimensi menilai orang dari latar belakangnya saja, karena mungkin punya kapasitas yang tertentu."
"Jadi apakah kinerjanya seperti apa ya kita tunggu, yang jelas proses pengangkatan dan pemilihannya sudah sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku," tegas Fahd.
Sementara itu, presenter Raffi Ahmad banjir hujatan netizen imbas asistennya, Mufli Budi Ananda, ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Di tengah derasnya hujatan yang menghampiri Raffi Ahmad, pengacara Hotman Paris pasang badan membela sang presenter.
Hotman Paris memuji sosok Raffi Ahmad yang dikenal baik. "Aku enggak mau komen soal itu. Aku enggak tahu detail kasusnya," kata Hotman. "Raffi itu termasuk manusia baik. Dia enggak pernah membalas dendam. Dia enggak pernah balas somasi," sambungnya.
Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu perdebatan sengit mengenai kompetensi vs relasi. Namun, Fahd Pahdepie menyatakan bahwa penunjukan Mufli sudah sesuai prosedur dan tidak boleh ada yang melanggar aturan dan hukum yang berlaku.





