News

Dito Ariotedjo Hadiri Peresmian Indonesia Arena, Sementara Kuota Haji Khusus Digugat ke MK

Dito Ariotedjo Hadiri Peresmian Indonesia Arena, Sementara Kuota Haji Khusus Digugat ke MK
Dito Ariotedjo Hadiri Peresmian Indonesia Arena, Sementara Kuota Haji Khusus Digugat ke MK
A− A+

Fokus Jepara – Presiden Jokowi baru-baru ini meresmikan Indonesia Arena di GBK Senayan, Jakarta, dengan kapasitas penonton sebanyak 16.000 orang. Dalam acara peresmian, beberapa menteri hadir, termasuk Menteri Olahraga Dito Ariotedjo. Indonesia Arena dibangun dengan biaya Rp 640 miliar dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, konser, dan pertemuan.

Sementara itu, kuota haji khusus sebesar 8 persen digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh calon jemaah haji reguler, Hermawanto. Ia menyebut bahwa kuota haji khusus tersebut diskriminatif dan hanya berbasis kemampuan ekonomi. Hermawanto telah mendaftar haji sejak 2016 dan merasa bahwa hak konstitusionalnya dilanggar karena harus menunggu lebih lama untuk berangkat haji dibandingkan dengan mereka yang menggunakan kuota haji khusus.

Baca juga:

Dalam sidang di MK, Hermawanto melakukan uji materiil terhadap Pasal 64 ayat (2) Undang-Undang Haji dan Umrah yang mengatur kuota haji khusus sebesar 8 persen dari kuota haji nasional. Ia berharap bahwa MK dapat memutuskan bahwa kuota haji khusus tersebut tidak konstitusional dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua calon jemaah haji untuk berangkat haji.

Dalam kasus lain, aktris Davina Karamoy juga menjadi korban dalam kasus dugaan penipuan perjalanan ibadah yang melibatkan Hanania Group. Ia telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus tersebut dan berharap bahwa keadilan dapat ditegakkan.

Baca juga:

Dengan demikian, terdapat beberapa isu yang sedang hangat dibicarakan, mulai dari peresmian Indonesia Arena hingga gugatan kuota haji khusus di MK. Semua pihak berharap bahwa keadilan dan kesetaraan dapat ditegakkan dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka