Fokus Jepara – Presiden Barcelona Joan Laporta masih belum menyerah untuk merekrut penyerang Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Meskipun telah menyiapkan alternatif di sektor penyerang, Barcelona masih memprioritaskan perekrutan Alvarez untuk memperkuat lini serang sebelum akhir Juli.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Barcelona telah menjalin komunikasi dengan sejumlah target penyerang lain sebagai langkah antisipasi apabila negosiasi untuk mendatangkan Alvarez tidak membuahkan hasil. Namun, Alvarez tetap menjadi prioritas utama klub Catalan tersebut untuk memperkuat lini depan tim asuhan Hansi Flick.
Barcelona disebut belum menyerah untuk memboyong penyerang tim nasional Argentina itu dan masih mempersiapkan satu upaya terakhir guna membuka ruang negosiasi dengan Atletico Madrid. Presiden Barcelona Joan Laporta bersama Direktur Olahraga Deco dikabarkan berharap proses tersebut dapat memperoleh kepastian sebelum akhir Juli.
Sebelumnya, Barcelona memilih menunda komunikasi dengan Alvarez setelah sang pemain menyelesaikan tugas bersama tim nasional Argentina. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada pemain sebelum kembali membahas masa depannya di level klub.
Dalam waktu dekat, Barcelona berencana kembali menghubungi Alvarez, perwakilannya, serta Atletico Madrid untuk mengetahui kemungkinan tercapainya kesepakatan transfer. Namun, sikap Atletico Madrid masih menjadi kendala utama.
Atletico Madrid dipimpin oleh Presiden Miguel Angel Gil Marin yang tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak melepas Alvarez, baik dalam pernyataan publik maupun pembicaraan internal.
Barcelona mulai menyusun rencana cadangan dengan mengidentifikasi beberapa penyerang lain di Eropa. Meskipun demikian, Barcelona masih percaya bahwa mereka dapat merekrut Alvarez dan memperkuat lini serang mereka.
Salah satu agenda perjumpaan paling krusial yang dilakoni oleh Joan Laporta adalah pertemuan dengan perwakilan Fanatics, sebuah perusahaan raksasa asal Amerika yang bergerak di bidang perdagangan dan teknologi olahraga.
Dialog tersebut secara khusus menargetkan eksplorasi kemitraan potensial yang diyakini mampu menyuntikkan aliran dana segar tambahan bagi kas tim. Langkah ekspansi komersial ini dinilai sangat vital, mengingat daya tarik global klub merupakan aset finansial paling berharga, terlebih pasar di benua tersebut menjanjikan potensi ekonomi yang teramat besar.
Barcelona berencana kembali menghubungi Alvarez, perwakilannya, serta Atletico Madrid untuk mengetahui kemungkinan tercapainya kesepakatan transfer. Namun, sikap Atletico Madrid masih menjadi kendala utama.
Atletico Madrid dipimpin oleh Presiden Miguel Angel Gil Marin yang tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak melepas Alvarez, baik dalam pernyataan publik maupun pembicaraan internal.
Barcelona mulai menyusun rencana cadangan dengan mengidentifikasi beberapa penyerang lain di Eropa. Meskipun demikian, Barcelona masih percaya bahwa mereka dapat merekrut Alvarez dan memperkuat lini serang mereka.
Salah satu agenda perjumpaan paling krusial yang dilakoni oleh Joan Laporta adalah pertemuan dengan perwakilan Fanatics, sebuah perusahaan raksasa asal Amerika yang bergerak di bidang perdagangan dan teknologi olahraga.
Dialog tersebut secara khusus menargetkan eksplorasi kemitraan potensial yang diyakini mampu menyuntikkan aliran dana segar tambahan bagi kas tim. Langkah ekspansi komersial ini dinilai sangat vital, mengingat daya tarik global klub merupakan aset finansial paling berharga, terlebih pasar di benua tersebut menjanjikan potensi ekonomi yang teramat besar.
Barcelona berencana kembali menghubungi Alvarez, perwakilannya, serta Atletico Madrid untuk mengetahui kemungkinan tercapainya kesepakatan transfer. Namun, sikap Atletico Madrid masih menjadi kendala utama.
Atletico Madrid dipimpin oleh Presiden Miguel Angel Gil Marin yang tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak melepas Alvarez, baik dalam pernyataan publik maupun pembicaraan internal.
Barcelona mulai menyusun rencana cadangan dengan mengidentifikasi beberapa penyerang lain di Eropa. Meskipun demikian, Barcelona masih percaya bahwa mereka dapat merekrut Alvarez dan memperkuat lini serang mereka.
Salah satu agenda perjumpaan paling krusial yang dilakoni oleh Joan Laporta adalah pertemuan dengan perwakilan Fanatics, sebuah perusahaan raksasa asal Amerika yang bergerak di bidang perdagangan dan teknologi olahraga.
Dialog tersebut secara khusus menargetkan eksplorasi kemitraan potensial yang diyakini mampu menyuntikkan aliran dana segar tambahan bagi kas tim. Langkah ekspansi komersial ini dinilai sangat vital, mengingat daya tarik global klub merupakan aset finansial paling berharga, terlebih pasar di benua tersebut menjanjikan potensi ekonomi yang teramat besar.
Barcelona berencana kembali menghubungi Alvarez, perwakilannya, serta Atletico Madrid untuk mengetahui kemungkinan tercapainya kesepakatan transfer. Namun, sikap Atletico Madrid masih menjadi kendala utama.
Atletico Madrid dipimpin oleh Presiden Miguel Angel Gil Marin yang tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak melepas Alvarez, baik dalam pernyataan publik maupun pembicaraan internal.








