Kapolres Semarang Tekankan Peran Vital Perempuan dalam Keluarga dan Kamtibmas di Hari Kartini

Oleh Dedi Kurniawan 22 Apr 2026, 00:48 WIB 0 Views

MediaBlora – 22 April 2026 | Ungaran, 21 April 2026 – Peringatan Hari Kartini diperingati secara khidmat di Semarang dengan sorotan khusus pada kontribusi perempuan dalam ranah keluarga dan keamanan masyarakat (kamtibmas). Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Semarang, Irjen Pol Drs. Ahmad Yani, menyampaikan pidatonya di Balai Kota Ungaran dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta sejumlah organisasi perempuan.

Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya soal kebebasan pendidikan bagi perempuan, melainkan juga tentang peran strategis mereka dalam menjaga keutuhan keluarga serta stabilitas keamanan lingkungan. “Perempuan adalah ujung tombak dalam membentuk karakter generasi muda, sekaligus mitra utama dalam upaya pencegahan kejahatan di tingkat akar rumput,” ujar beliau.

Irjen Yani menambahkan bahwa Polri secara aktif melibatkan perempuan dalam program-program preventif, termasuk pelatihan kepemimpinan, penyuluhan hak-hak keluarga, serta kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) untuk menanggulangi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fokus kebijakan Polri di Semarang:

  • Pemberdayaan Ekonomi: Mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses permodalan dan pelatihan keterampilan.
  • Pendidikan dan Kesadaran Hukum: Menyelenggarakan workshop hukum keluarga, hak asuh, serta prosedur pelaporan kejahatan secara mudah diakses.
  • Keamanan Lingkungan: Mengoptimalkan peran satpam perempuan di lingkungan perumahan, serta melibatkan relawan perempuan dalam patroli keamanan malam.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional yang menampilkan tokoh Kartini dalam kostum era 1900-an, mempertegas nilai historis perjuangan perempuan Jawa. Sejumlah organisasi perempuan, termasuk PKK dan Forum Wanita Semarang, menyampaikan apresiasi atas upaya Polri yang menempatkan perempuan sebagai agen perubahan.

“Kita melihat peningkatan signifikan dalam penurunan kasus KDRK di wilayah kami sejak program pendampingan perempuan diluncurkan tahun lalu,” kata Siti Nurhaliza, ketua PKK Kecamatan Bawen. “Kerjasama antara Polri dan komunitas memungkinkan kita menembus stigma dan membuka ruang dialog yang lebih terbuka bagi korban.”

Kapolres juga menyoroti peran penting perempuan dalam penanggulangan narkoba dan penyelesaian sengketa antar warga. Ia mencontohkan kasus mediasi yang berhasil diselesaikan berkat intervensi ibu-ibu RT yang memiliki kedekatan dengan warga, yang membantu menurunkan potensi konflik hingga 30 persen dalam setahun terakhir.

Di samping itu, Polri Semarang meluncurkan aplikasi seluler “Sahabat Perempuan” yang memudahkan warga mengirimkan laporan kejahatan non-kriminal, seperti pelanggaran tata tertib lingkungan, secara anonim. Aplikasi ini dirancang khusus dengan antarmuka yang ramah perempuan, sekaligus menyediakan fitur edukasi tentang hak-hak legal serta prosedur penanganan kasus.

Irjen Yani menutup pidatonya dengan mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektoral. “Kita tidak dapat memajukan keamanan dan kesejahteraan keluarga tanpa melibatkan perempuan sebagai pemangku kepentingan utama. Pada momentum Kartini ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang adil, aman, dan berdaya,” tuturnya.

Hari Kartini kali ini tidak hanya menjadi peringatan historis, melainkan momentum aksi konkret bagi Polri Semarang untuk meneguhkan peran perempuan dalam setiap dimensi kehidupan publik. Diharapkan inisiatif yang diusung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kebijakan keamanan dan pembangunan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.