Media Blora – Nama Kasımpaşa mencuat dalam sepekan terakhir setelah menjadi lawan Galatasaray pada pekan ke-7 Trendyol Süper Lig. Laga yang dijadwalkan berlangsung di markas Galatasaray, Jumat, 9 Oktober, tidak hanya menyita perhatian sepak bola Turki, tetapi juga memantik diskusi lintas negara, mulai dari persiapan intensif Galatasaray hingga komentar kontroversial dari Rumania.
Galatasaray terus menggenjot persiapan menjelang bentrokan tersebut. Tim asuhan Okan Buruk menjalani sesi latihan ganda di Kemerburgaz Metin Oktay Tesisleri. Pada sesi pagi, para pemain fokus pada latihan kekuatan di ruang kebugaran. Sesi kedua dimulai dengan pemanasan teknis, dilanjutkan dengan latihan passing 8 lawan 2 dalam dua kelompok, dan ditutup dengan turnamen lapangan sempit. Program ini akan berlanjut hingga sehari sebelum pertandingan dengan jadwal latihan pukul 11.00 dan 16.00 waktu setempat.
Namun, persiapan Galatasaray tidak berjalan mulus. Profesional Futbol Disiplin Kurulu (PFDK) menjatuhkan sanksi kepada Okan Buruk berupa larangan mendampingi tim selama satu pertandingan dan denda 100 ribu lira. Sanksi ini diberikan karena Buruk dianggap melakukan tindakan tidak sportif terhadap wasit. Akibatnya, ia dipastikan tidak bisa berada di pinggir lapangan saat menghadapi Kasımpaşa. PFDK juga menghukum pemain Lesley Ugochukwu dengan larangan bermain dua pertandingan.
Di sisi lain, Kasımpaşa justru mendapat sorotan tak terduga dari Rumania. Gigi Becali, pemilik FCSB, menyebut nama Louis Munteanu dalam komentarnya usai menyaksikan laga Timnas Rumania di Liga Nations. Becali yang dikenal gemar memberikan julukan kepada pemain, menyebut Munteanu dengan sindiran, ‘Nici ăla, din America, Louis, nu a mai fost în apele lui. Saint Louis a fost.’ Komentar ini menjadi bahan perbincangan karena Becali sebelumnya sempat gagal merekrut Munteanu ke FCSB.
Becali juga mengkritik bek tengah Matei Ilie yang dianggapnya tidak layak memperkuat FCSB. ‘Jika kau bilang, Gigi, aku beri satu juta euro dan kau ambil Matei Ilie, lalu kau paksa dia bermain satu babak, aku katakan dia tidak akan bermain tiga menit pun di timku,’ ujarnya. Kritik ini muncul setelah ia menilai performa Rumania di bawah asuhan Gică Hagi, yang menurutnya terkendala kualitas pemain.
Menariknya, nama Kasımpaşa juga sempat disebut dalam konteks bursa transfer dan persiapan Galatasaray, meski tidak ada kaitan langsung dengan pernyataan Becali. Fokus utama tetap pada laga pekan ke-7 yang akan menjadi ujian bagi Galatasaray tanpa Buruk di bangku cadangan. Kasımpaşa berpotensi memanfaatkan absennya pelatih lawan untuk mencuri poin di kandang Galatasaray.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi skuad Galatasaray yang harus menjaga konsistensi di papan atas. Tanpa Buruk dan Ugochukwu, asisten pelatih diperkirakan mengambil alih komando sementara. Sementara itu, Kasımpaşa diprediksi tampil disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Dari latihan intensif hingga sanksi disiplin, dinamika menjelang laga ini menunjukkan bahwa Kasımpaşa bukan sekadar lawan biasa. Sorotan dari Rumania menambah dimensi internasional, memperlihatkan bagaimana sepak bola Turki dan Eropa Timur saling terhubung dalam narasi transfer dan kritik pemain.
Dengan segala persiapan dan kontroversi yang mengiringi, duel Galatasaray vs Kasımpaşa menjadi salah satu laga paling dinanti pekan ini. Hasil pertandingan akan menentukan arah kedua tim di kompetisi domestik, sekaligus membuktikan apakah Kasımpaşa mampu memanfaatkan momentum di tengah badai sanksi yang menerpa lawannya.






