News

Kasus Dokter Icha: Investigasi Kemenkes dan Reaksi Kepolisian

Kasus Dokter Icha: Investigasi Kemenkes dan Reaksi Kepolisian
Kasus Dokter Icha: Investigasi Kemenkes dan Reaksi Kepolisian
A− A+

Fokus Jepara – Kasus kematian dokter Icha yang diduga karena intimidasi oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah memicu perhatian nasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan investigasi atas kasus ini, namun hasilnya tidak dipublikasikan karena sudah diserahkan kepada kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, investigasi yang dilakukan melibatkan tim gabungan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Fokus investigasi tidak hanya pada dugaan kekerasan verbal oleh oknum warga, tetapi juga pada prosedur penanganan medis terhadap pasien gigitan ular yang menjadi pemicu awal kejadian.

Baca juga:

Kemenkes juga menegaskan bahwa tenaga medis berhak menghentikan layanan jika menerima intimidasi atau perlakuan tidak pantas dari pasien maupun keluarga pasien, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pihak fasilitas kesehatan diwajibkan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan untuk melindungi staf dari ancaman fisik maupun verbal saat bertugas.

Sementara itu, Polda NTT telah mengambil alih penanganan kasus ini dan membentuk Tim Joint Investigation untuk mengusut perkara secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis bukti. Lokus kejadian yang diselidiki ada di dua tempat, yaitu di Rumah Sakit Leona Kefamenanu dan di rumah orang tua dokter Icha.

Baca juga:

Keluarga dokter Icha juga telah melakukan investigasi internal dan menemukan beberapa kejanggalan dalam penanganan dokter Icha di RS Leona, termasuk lemahnya penanganan rumah sakit terhadap keponakannya, baik dari aspek pelayanan medis maupun pendampingan.

Kasus ini telah memicu perhatian masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang perlakuan terhadap tenaga medis dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, mengharapkan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU dapat menyelesaikan pemeriksaan dan mengeluarkan rekomendasi terkait dugaan pelanggaran kode etik tiga anggota DPRD TTU yang diduga mengintimidasi dokter Icha.

Baca juga:

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa perlindungan terhadap tenaga medis dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat penting untuk diperhatikan. Kemenkes dan kepolisian harus terus mengawal perkembangan perkara ini agar dapat memberikan keadilan bagi dokter Icha dan keluarganya.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka