Nasional

Kemenag Heboh! Idul Adha 1448 H dan Pemulihan 490 Madrasah Jadi Sorotan

A− A+

Media Blora – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menjadi pusat perhatian publik. Pasalnya, sejumlah kebijakan strategis dan program prioritas tengah digulirkan, mulai dari pemulihan pascabencana hingga persiapan hari besar keagamaan, termasuk Idul Adha. Meski demikian, informasi terkait jadwal salat dan kalender Hijriah juga menjadi perhatian masyarakat luas.

Kemenag memastikan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat. Salah satu sorotan utama adalah peluncuran Kalender Hijriah Indonesia 2027 versi digital. Kalender ini menjadi panduan penting, terutama dalam menentukan hari besar seperti Idul Adha dan Lebaran. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyatakan bahwa kalender digital ini dirancang untuk memudahkan masyarakat merencanakan ibadah, puasa sunah, hingga momen hari besar keagamaan jauh-jauh hari.

Baca juga:

“Kalender Hijriah Indonesia tidak hanya menjadi panduan penanggalan, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait waktu dan perencanaan berbagai kegiatan serta perayaan hari-hari besar keagamaan,” ujar Arsad dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Untuk menjamin keakuratan, Kemenag melibatkan Tim Hisab Rukyat yang terdiri dari pakar ilmu falak dari berbagai Ormas Islam, akademisi, perwakilan pondok pesantren, serta pakar dari BMKG, BIG, dan Observatorium Bosscha. Keterlibatan lintas disiplin ini memastikan kalender terbitan pemerintah memiliki validitas tinggi dan dapat disepakati bersama.

Selain itu, Kemenag juga tengah berfokus pada pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Sumatra. Sebanyak 490 madrasah, terdiri dari 167 madrasah negeri dan 323 madrasah swasta, akan direhabilitasi dan direkonstruksi dengan anggaran mencapai Rp85,84 miliar. Program ini ditargetkan selesai pada Tahun Anggaran 2026.

Salah satu madrasah yang menjadi perhatian adalah MIN 5 Pidie Jaya di Seunong, yang rusak berat akibat banjir hingga bangunannya hanyut. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, M Arskal Salim GP, meninjau langsung pembangunan madrasah tersebut pada Jumat (25/9/2026). Saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 18 persen.

Baca juga:

“Kita berharap, insyaallah, dalam tiga bulan ke depan MIN 5 Pidie Jaya sudah bisa beroperasi kembali. Target pertama kita adalah memulihkan kembali madrasah ini seperti kondisi sebelumnya,” kata Arskal dalam siaran persnya, Kamis (1/10/2026).

Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya mencakup ruang kantor, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya. Bangunan baru dirancang dua lantai dan memungkinkan pengembangan fasilitas madrasah pada tahap berikutnya. Arskal juga menyebutkan bahwa Kemenag telah mengusulkan sejumlah fasilitas melalui anggaran yang tersedia, sementara kebutuhan lainnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kita ingin kebutuhan madrasah ini bisa dipenuhi secara bertahap. Yang paling penting sekarang adalah memastikan bangunan dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. Ia berharap pada Januari 2027, anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah tersebut. Kemenag juga membuka peluang pengembangan MIN 5 Pidie Jaya menjadi madrasah unggulan secara bertahap.

Sementara itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melewatkan jadwal salat lima waktu. Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam telah menerbitkan jadwal salat untuk berbagai wilayah, termasuk Denpasar dan sekitarnya. Jadwal ini menjadi panduan umat Muslim dalam menjalankan ibadah, terutama menjelang Idul Adha yang identik dengan pelaksanaan salat Id.

Baca juga:

Berikut jadwal salat untuk Denpasar dan sekitarnya pada Kamis, 1 Oktober 2026:

Wilayah Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Denpasar 04:45 12:05 15:15 18:10 19:20
Badung 04:46 12:06 15:16 18:11 19:21
Gianyar 04:44 12:04 15:14 18:09 19:19

Jadwal ini dapat menjadi acuan bagi umat Muslim, terutama dalam menyambut Idul Adha yang akan datang. Kemenag juga mengingatkan pentingnya niat salat lima waktu, seperti niat salat Subuh: Ushalli fardhol subhi rak’ataini mustaqhbilal kiblati ada-an ma’muman/imaaman lillahi ta’ala.

Dengan berbagai program dan layanan ini, Kemenag berupaya memastikan bahwa umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman, serta memastikan bahwa pendidikan agama tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat bencana. Semua ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Idul Adha dan hari besar keagamaan lainnya.

Mungkin Anda Suka