Fokus Jepara – Iduladha 1447 Hijriah telah menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia, dengan jumlah hewan kurban yang mencapai 2.032.753 ekor. Dari jumlah tersebut, 676.866 ekor adalah sapi dan 1.355.887 ekor adalah kambing. Pelaksanaan kurban ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik dan menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat berbagi kepada sesama.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menyatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini memiliki dampak sosial yang besar karena mampu menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi protein hewani. Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Dengan estimasi harga kurban yang digunakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yaitu sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, nilai ekonomi dari 2.032.753 hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun. Sektor sapi kurban menyumbang nilai ekonomi terbesar, yaitu sekitar Rp14,21 triliun, disusul oleh sektor kambing kurban yang menyentuh angka Rp4,07 triliun.
Pelaksanaan kurban ini turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat. Dengan asumsi hasil karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari 2 juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas yang didistribusikan kepada masyarakat.
Di tengah perayaan Iduladha, sebuah insiden yang tidak menyenangkan juga terjadi. Seorang YouTuber Meksiko, Ayoub Bn Nsns, mengunggah rekaman yang memperlihatkan bangkai anjing diperlakukan layaknya hewan kurban Iduladha. Konten tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memancing reaksi keras dari berbagai pihak.
Tiga organisasi kesejahteraan hewan di Tetouan, Maroko, mengajukan laporan resmi kepada Jaksa Kerajaan di Pengadilan Tingkat Pertama Tetouan. Mereka meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan serta mengambil langkah hukum yang dianggap perlu terhadap pihak yang terlibat.
Presiden Al Rahma Association for the Care of Stray Dogs, Mohamed Amziane, menyatakan terkejut dengan isi video tersebut. Menurutnya, tindakan yang ditampilkan menunjukkan hilangnya empati dan nilai kemanusiaan yang mendasar. Amziane juga menyoroti penggunaan simbol hewan kurban saat Iduladha dalam video tersebut. Ia menyebut Iduladha tidak identik dengan kekerasan terhadap hewan, tetapi mencerminkan nilai solidaritas, pengorbanan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap makhluk hidup.
Kesimpulan dari pelaksanaan Iduladha 1447 H ini menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki dampak yang sangat besar, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam aspek sosial dan ekonomi. Dengan partisipasi yang tinggi dari umat Islam dan dampak ekonomi yang signifikan, pelaksanaan kurban ini menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Indonesia.








