Fokus Jepara – Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh dengan kemuliaan. Selain menyembelih hewan kurban, salah satu amalan yang paling khas pada hari raya ini adalah mengumandangkan takbir. Takbir Idul Adha tidak hanya diucapkan di masjid saat shalat Id, tetapi juga di jalan-jalan, di rumah, dan di mana saja umat Islam berada sejak malam Idul Adha hingga sore hari tasyrik.
Takbiran menjadi salah satu momen khas yang selalu dinantikan saat Idul Adha. Selain menambah semarak suasana hari raya, lantunan takbir juga menjadi bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT. Banyak umat Islam, terutama yang baru belajar, sering bertanya: “7 kali takbir Idul Adha baca apa?” Pertanyaan ini muncul karena pada shalat Idul Adha, terdapat tujuh kali bacaan takbir tambahan pada rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah.
Bacaan takbir yang dianjurkan adalah sebagai berikut: اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd. “ Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya. ”
Sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, penting untuk mengetahui bacaan niat sholat Idul Adha baik sebagai imam maupun makmum. Sebagaimana ibadah lainnya, niat menjadi penting dalam mengawali pelaksanaan sholat Idul Adha. Lafaz niat sholat Idul Adha sebagai makmum adalah: أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى. Latin: Ushallii sunnatan li ‘lidil Adhhaa rak’ataini makmuuman lillaahi Ta’aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.
Adapun niat sebagai imam adalah: أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى. Latin: Ushallii sunnatan li ‘lidil Adhhaa rak’ataini imaaman lillaahi Ta’aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.
Pelaksanaan sholat Idul Adha cukup berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaan paling utama adalah jumlah takbir pada sholat Idul Adha lebih banyak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa jumlah takbir dalam sholat Idul Adha adalah tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
Mengumandangkan takbir memiliki banyak keutamaan, mulai menghidupkan syiar Islam hingga menenangkan hati. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya pada hari Idul Adha.
Dalam buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa membaca takbir pada Hari Raya Idul Adha hukumnya sunnah. Anjuran tersebut juga tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 203: "Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya…" (QS Al-Baqarah [2]: 203).
Takbir Idul Adha dapat dimulai sejak malam Idul Adha hingga sore hari tasyrik. Pada momentum ini, masyarakat di tanah air biasanya melakukan takbiran di musala, masjid maupun dengan cara keliling di sekitar tempat tinggal.







