Media Blora – JAKARTA – Sebuah insiden kecelakaan beruntun menggemparkan kawasan Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026) pagi. Sebuah mobil pemadam kebakaran (damkar) yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak enam kendaraan sekaligus di dekat kawasan United Tractors, tepatnya di perempatan Jalan Rajiman. Peristiwa ini diduga dipicu oleh upaya pengemudi menghindari kendaraan lain yang mendadak berputar arah di depannya.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil damkar bernopol B-9410-BQ yang dikemudikan oleh GG tengah melaju dari arah barat menuju timur, dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran di kawasan Pulogebang, Cakung. Diduga karena kurang konsentrasi dan hati-hati, kendaraan tersebut kehilangan kendali dan menabrak truk Colt Diesel di depannya.
“Tepatnya di dekat United Tractors wilayah Jakarta Utara, diduga kurang konsentrasi atau hati-hati, sehingga menabrak truk Colt Diesel,” ujar Kharisma dalam keterangannya. Akibat benturan tersebut, truk Colt Diesel kemudian mendorong sejumlah kendaraan lain di sekitarnya, memicu tabrakan berantai yang melibatkan total tujuh kendaraan.
Daftar Kendaraan yang Terlibat
Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, berikut kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut:
- Mobil damkar bernopol B-9410-BQ
- Truk Colt Diesel bernopol B-9684-BDG
- Ambulans bernopol B-1564-PHX
- Mobil Honda Mobilio bernopol B-2450-UOY
- Mobil Toyota Calya bernopol B-1793-DZW
- Bus TransJakarta bernopol B-7123-TGX
- Sejumlah sepeda motor
Seorang saksi sekaligus pemilik mobil yang terlibat, Tarsono, menuturkan bahwa dirinya berada di sisi kanan saat kejadian. “Saya ada di sebelah kanan, terus ditabrak sama pemadam kebakaran, kurang lebih ada enam mobil ditabrak,” katanya. Ia menduga mobil damkar sedang dalam kondisi mendesak menuju lokasi kebakaran sehingga melaju kencang. “Mungkin mobil pemadam lagi ada kondisi mendesak, jadi ke kiri nabrak. Jadi yang awal nabrak mobil damkar,” jelas Tarsono. Mobil miliknya mengalami kerusakan pada bagian kiri, namun ia mengaku tidak mengalami luka.
Sementara itu, dalam insiden ini, ambulans yang terlibat dipastikan sedang tidak membawa pasien. “Ambulans tidak membawa pasien, hanya sopir dan operator,” tegas Kharisma. Meski demikian, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Para korban adalah pengemudi ambulans, pengemudi truk, dan pengemudi Honda Mobilio. Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kecelakaan ini menjadi sorotan karena melibatkan armada darurat yang seharusnya menjadi simbol penanganan cepat. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan mendalam. “Masih dalam tahap pemeriksaan, keterangan awal anggota di TKP karena kurang konsentrasi out of control,” ungkap Kharisma. Ia menambahkan bahwa penyidik akan mendalami perkara ini melalui rekaman CCTV, keterangan saksi, bukti-bukti, serta keterangan dari pengemudi damkar itu sendiri.
Unit Lakalantas Jakarta Timur telah menangani perkara ini untuk proses hukum dan evakuasi armada. Sementara itu, kebakaran yang menjadi tujuan awal mobil damkar tersebut, yakni di kawasan Pulau Gebang, Cakung, diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang membesar dan merambat ke plafon serta bangunan kontrakan. Kobaran api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah belasan unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur berkendara armada darurat di jalan raya. Meski tuntutan kecepatan menjadi bagian dari tugas penyelamatan, keselamatan pengguna jalan lain tetap harus menjadi prioritas utama. Penggunaan jalur khusus, sirene, dan koordinasi dengan petugas lalu lintas seharusnya mampu meminimalkan risiko kecelakaan tanpa mengorbankan kecepatan respons terhadap keadaan darurat.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat berpapasan dengan kendaraan prioritas. Di sisi lain, pemerintah dan instansi terkait perlu mengevaluasi manajemen pengiriman armada darurat, termasuk pelatihan pengemudi dan pemetaan jalur alternatif menuju lokasi kebakaran yang padat penduduk.
Dengan adanya peristiwa ini, publik berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil, sekaligus menjadi momentum perbaikan sistem tanggap darurat di Jakarta. Keselamatan jiwa, baik petugas maupun warga, harus tetap menjadi yang utama dalam setiap operasi penyelamatan.







