Fokus Jepara – Protes meluas di Venice, Italia, atas kedatangan Duta Besar AS, Tilman Fertitta, dengan yacht mewahnya. Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di dekat dermaga tempat yacht tersebut berlabuh, membawa spanduk dan balon udara yang bertuliskan “Venezia non si USA”. Mereka menentang kedatangan Fertitta, yang dianggap sebagai simbol kekayaan dan pengaruh AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, turut campur dalam kasus pembunuhan pencuri yang dilakukan oleh seorang tukang emas, Mario Rogero. Meloni mengusulkan undang-undang baru yang melindungi orang yang membela diri dari penyerang. Rogero telah dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena membunuh dua pencuri yang mencuri toko emasnya.
Protes di Venice dan campur tangan Meloni dalam kasus Rogero menimbulkan ketegangan politik di Italia. Oposisi menganggap bahwa pemerintah Meloni menggunakan kasus Rogero untuk kepentingan politik.
Kedatangan Fertitta di Venice merupakan bagian dari tur diplomatik pesisir Italia yang disebut “Coastal Diplomacy 250”. Tur ini bertujuan untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS dan memperkuat hubungan AS-Italia.
Namun, protes di Venice menunjukkan bahwa kedatangan Fertitta tidak disambut baik oleh semua pihak. Pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah AS memperhatikan kepentingan rakyat Italia dan tidak hanya memikirkan kepentingan ekonomi.
Dalam kesimpulan, protes di Venice dan campur tangan Meloni dalam kasus Rogero menimbulkan ketegangan politik di Italia. Kedatangan Fertitta dengan yacht mewahnya menimbulkan kontroversi dan menunjukkan bahwa hubungan AS-Italia masih kompleks.








