Sport

Salah Absen Bela Mesir, Trabzonspor Dilanda Kontroversi Jelang Duel Kontra Amed SK

Salah Absen Bela Mesir, Trabzonspor Dilanda Kontroversi Jelang Duel Kontra Amed SK
Salah Absen Bela Mesir, Trabzonspor Dilanda Kontroversi Jelang Duel Kontra Amed SK
A− A+

Media Blora – Bintang sepak bola Mesir, Mohamed Salah, dipastikan tidak akan memperkuat timnas negaranya dalam laga melawan Sudan Selatan pada lanjutan kualifikasi Piala Afrika 2027. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi mengumumkan bahwa Salah absen karena pertandingan tersebut akan digelar di atas lapangan sintetis. Jenis permukaan ini dianggap berisiko tinggi memicu cedera, terutama bagi pemain yang sudah tidak muda lagi seperti Salah.

Lapangan sintetis memiliki karakteristik yang berbeda dengan rumput alami. Daya cengkeramnya lebih kuat, sehingga ketika pemain berbelok atau berakselerasi, beban yang diterima kaki, pergelangan, dan lutut menjadi jauh lebih besar. Kondisi ini meningkatkan potensi cedera ligamen maupun otot. Salah, yang kini berusia 34 tahun, memang tengah menjaga kondisi fisiknya di tengah jadwal padat bersama klubnya, Trabzonspor.

Baca juga:

Keputusan ini tentu mengejutkan publik Mesir. Pasalnya, Salah adalah kapten tim dan telah mencatat lebih dari 120 penampilan sejak debutnya pada 2011. Ia bahkan tampil sebagai starter saat Mesir ditahan imbang Angola 0-0 pada laga perdana kualifikasi Piala Afrika 2027, sebelum ditarik keluar pada menit ke-60. Tanpa kehadiran Salah, pelatih Mesir harus memutar otak untuk meracik strategi melawan Sudan Selatan yang akan berlangsung pada 29 September mendatang.

Trabzonspor dalam Pusaran Kontroversi

Di sisi lain, klub yang diperkuat Salah, Trabzonspor, tengah menjadi sorotan tajam. Sejak kedatangan Salah pada bursa transfer musim panas 2026 setelah meninggalkan Liverpool, klub asal Turki ini justru dilanda berbagai masalah. Awal musim berjalan penuh gejolak. Trabzonspor tersingkir secara memalukan dari babak kualifikasi Liga Europa oleh Ferencvaros. Kekalahan tersebut memicu kemarahan publik dan berujung pada pengunduran diri pelatih Fatih Tekke.

Namun, manajemen klub sempat menolak pengunduran diri Tekke, sebelum akhirnya memberhentikannya beberapa hari kemudian setelah kalah 2-1 dari Amed SK. Sebuah kemenangan 5-0 dan kekalahan 1-0 sempat mewarnai perjalanan tim sebelum akhirnya Trabzonspor memperkenalkan pelatih baru, Thomas Reis. Pelatih asal Jerman itu didatangkan dari Ludogorets dan langsung memberikan dampak instan. Pada laga debutnya, Trabzonspor menghancurkan juara bertahan Galatasaray dengan skor mencolok 4-0. Salah menjadi bintang dengan mencetak hat-trick dan satu assist.

Sayangnya, kontroversi kembali mencuat. Reis dikabarkan berencana merekrut mantan bek timnas Jerman, Jerome Boateng, ke dalam staf kepelatihannya. Keputusan ini memicu reaksi keras karena Boateng memiliki catatan kelam terkait tuduhan kekerasan dalam rumah tangga yang pernah dilaporkan oleh mantan pasangannya. Meski Boateng membantah semua tuduhan, namanya tetap tercoreng, terutama setelah kasus yang melibatkan mantan tunangannya, Kasia Lenhardt, yang meninggal dunia pada 2021.

Baca juga:

Dampak bagi Trabzonspor dan Amed SK

Sementara itu, di kompetisi domestik Turki, Trabzonspor saat ini berada di peringkat ketujuh dengan koleksi poin yang tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen sementara, Amed SK, setelah enam pertandingan. Performa Salah bersama Trabzonspor terbilang impresif dengan torehan tujuh gol di Liga Super Turki. Namun, gejolak di dalam dan luar lapangan bisa menjadi distraksi besar bagi tim.

Kompetisi Liga Super Turki sendiri tengah memanas. Baru-baru ini, Federasi Sepak Bola Turki (TFF) merilis daftar pemain dan ofisial yang diseret ke Komisi Disiplin (PFDK). Laga panas antara Trabzonspor dan Galatasaray berbuntut panjang. Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, diseret ke disiplin karena tindakan tidak sportif. Pemain Galatasaray, Lesley Ugochukwu, juga masuk daftar karena pelanggaran aturan. Dari kubu Trabzonspor, Presiden Klub Ertuğrul Doğan harus menghadapi komisi setelah komentarnya usai pertandingan. Klub juga dijerat sanksi akibat kerusuhan suporter dan pelanggaran aturan pertandingan.

Laga lain yang tak kalah panas adalah bentrokan antara Amed SK dan Beşiktaş. Amed SK terjerat berbagai pelanggaran, mulai dari penonton ilegal, penghalang tangga darurat yang terhalang, hingga tingkah laku tidak sportif. Presiden Amed SK, Nahit Eren, dan pelatih kepala Besnik Hasi, juga masuk dalam laporan disiplin. Hasi bahkan terancam sanksi berat karena dugaan penghinaan. Beşiktaş tidak luput dari sorotan, dengan presiden klub Serdal Adalı turut dipanggil karena pernyataannya di media.

Di tengah semua hiruk-pikuk ini, fokus Trabzonspor tentu terganggu. Mereka harus segera bangkit jika ingin mengejar ketertinggalan dari Amed SK di papan atas. Sementara itu, keputusan Salah untuk absen membela Mesir menuai pro dan kontra. Di satu sisi, ini langkah bijak untuk menjaga aset berharga klub. Namun di sisi lain, para penggemar timnas Mesir kecewa karena tidak bisa melihat aksi idolanya di laga penting kualifikasi Piala Afrika.

Baca juga:

Dengan jadwal yang padat dan tekanan dari berbagai pihak, baik Salah maupun Trabzonspor berada di persimpangan jalan. Keberhasilan mereka melewati badai kontroversi dan cedera akan sangat menentukan arah musim ini. Apakah Trabzonspor mampu mengatasi gejolak internal dan menantang Amed SK di papan atas? Dan apakah keputusan Salah absen dari timnas akan berdampak pada performanya di klub? Waktu yang akan menjawab.

Mungkin Anda Suka