Sport

Sinner Diragukan, Zverev Dapat Undian Mimpi Buruk di Six Kings Slam 2026

Daftar Isi
  1. Zverev Menolak Tersingkir dari Peta Persaingan
  2. Kyrgios Beri Pujian Tak Terduga untuk Sinner
  3. Ljubicic Gabung Auger-Aliassime, Masa Depan Sinner Belum Jelas
  4. Kesimpulan
A− A+

Media Blora – Panggung tenis eksibisi paling mewah di dunia, Six Kings Slam, kembali bergulir. Edisi ketiga turnamen yang digelar di lapangan keras indoor Riyadh, Arab Saudi, pada 21 hingga 24 Oktober 2026 itu langsung menyajikan drama sebelum bola pertama dipukul. Nama Jannik Sinner, yang nasibnya masih menggantung akibat cedera lutut, menjadi pusat perhatian, sementara Alexander Zverev harus menerima kenyataan pahit: undian yang menempatkannya langsung berhadapan dengan lawan terberat sejak awal.

Petenis Italia peringkat satu dunia itu belum menyentuh lapangan sejak menjuarai Wimbledon pada Juli 2026. Cedera lutut memaksanya absen dari rangkaian turnamen Amerika Utara, termasuk US Open, serta China Open pekan ini. Kabar buruknya, muncul kekhawatiran bahwa Sinner bisa kehilangan sisa musim 2026. Namun, fakta bahwa ia tidak menarik diri dari Six Kings Slam sebelum undian dibuat menjadi sinyal kuat bahwa pemilik lima gelar Grand Slam tersebut akan tetap tampil di Riyadh.

Baca juga:

Jika benar turun, Sinner memburu hattrick gelar. Ia telah mengantongi 12 juta dolar AS dari dua edisi sebelumnya, dengan 6 juta dolar per trofi. Seluruh peserta dijamin menerima bayaran partisipasi 1,5 juta dolar, sementara juara menambah 4,5 juta dolar lagi. Sinner dua kali mengalahkan Carlos Alcaraz di final, dan keduanya berada di sisi undian berbeda sehingga duel puncak itu berpotensi terulang.

Sayangnya, jalan Zverev menuju babak itu tidak mulus. Petenis Jerman peringkat dua dunia tersebut harus melewati “nemesis”-nya lebih dulu di laga pembuka, sebuah undian yang oleh banyak pengamat disebut sebagai mimpi buruk. Dua pemain mendapat bye langsung ke semifinal, ditentukan oleh pencapaian Grand Slam. Pada 2026, jatah itu jatuh kepada Novak Djokovic, pemilik 24 gelar mayor, dan Alcaraz dengan tujuh gelar.

Zverev Menolak Tersingkir dari Peta Persaingan

Meski undian berat, Zverev datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Ia mencuri perhatian sepanjang 2026 dengan memenangi dua Grand Slam, yakni French Open dan US Open. Kesuksesan itu diraih berkat kombinasi performa apiknya sendiri serta absennya Alcaraz dan Sinner di momen krusial.

Di Roland Garros, Zverev memanfaatkan cedera Alcaraz dan kekalahan mengejutkan Sinner dari Juan Manuel Cerundolo di babak kedua. Sebaliknya di New York, Sinner absen karena cedera sementara Alcaraz tumbang di tangan Ben Shelton lewat pertarungan lima set. Pada dua kesempatan itu, Zverev melakukan tugasnya dan menjadi orang terakhir yang berdiri.

Baca juga:

“Ini adalah tujuan bagi siapa pun. Di awal musim semua orang memperkirakan pertarungan itu hanya antara Carlos dan Jannik, jadi saya sangat senang bisa masuk dalam pembicaraan tersebut,” ujar Zverev dalam konferensi pers China Open. “Tentu ada sebagian di kepala saya, tapi satu-satunya yang bisa saya kendalikan adalah bermain tenis dengan baik, merasa nyaman di lapangan, dan melakukan segala persiapan. Selebihnya akan mengikuti.”

Kyrgios Beri Pujian Tak Terduga untuk Sinner

Di sisi lain, Nick Kyrgios memberikan komentar mengejutkan. Kritikus vokal Sinner itu justru melontarkan pujian setinggi langit dalam sesi tanya jawab di Instagram. “Salah satu pemukul bola terbaik yang pernah dilihat dunia tenis. Mesin absolut dari belakang lapangan. Mampu mengubah bertahan menjadi menyerang dengan pukulan apa pun,” kata Kyrgios.

Ia menilai kelemahan utama Sinner dahulu adalah servis yang belum menghasilkan banyak poin gratis, namun kini telah diperbaiki menjadi salah satu servis paling presisi. “Sulit diserang. Volinya tidak sealami pemain top lain, tapi ia sudah memperbaiki permainan transisinya. Dengan lebih banyak waktu, ia kemungkinan akan tercatat sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa.”

Pujian itu kontras dengan sikap Kyrgios pada 2024, ketika ia menjadi salah satu suara paling lantang menyoal kasus doping Sinner dan menyerukan larangan bertahun-tahun.

Baca juga:

Ljubicic Gabung Auger-Aliassime, Masa Depan Sinner Belum Jelas

Di sisi lain, bursa pelatih tenis memanas. Felix Auger-Aliassime dikabarkan akan bekerja sama dengan Ivan Ljubicic, mantan petenis peringkat tiga dunia yang pernah membesut Milos Raonic dan Roger Federer. Ljubicic, yang sejak 2022 berkecimpung di Federasi Tenis Prancis, dipilih Auger-Aliassime setelah sang pemain berpisah dengan Frederic Fontang usai Wimbledon.

Sementara itu, masa depan kursi pelatih Sinner masih menjadi tanda tanya. Beredar rumor bahwa Darren Cahill akan meninggalkan tim Sinner pada akhir musim ini, dan nama Juan Carlos Ferrero disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.

Kesimpulan

Six Kings Slam 2026 menjelma menjadi panggung yang jauh lebih kompleks dari sekadar eksibisi berbayar mahal. Ketidakpastian kondisi Sinner, ambisi hattrick, undian berat Zverev, hingga perang urat saraf di balik kursi pelatih menunjukkan bahwa dinamika tenis dunia menjelang musim 2027 sedang berada di titik didih. Riyadh akan menjadi tempat pertama kita melihat apakah dominasi Sinner-Alcaraz benar-benar retak oleh kebangkitan Zverev, atau justru kembali utuh.

Mungkin Anda Suka