Sriwijaya FC Tampil Solid Meski Gagal Ciptakan Peluang, Pelatih Iwan Setiawan Tegaskan Tim Layak Dapat Poin

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 03:48 WIB 1 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Dalam laga pekan ini, Sriwijaya FC kembali menampilkan permainan yang terorganisir dengan baik meski harus menelan kekalahan tipis dari PSMS Medan. Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 20 April 2026, memperlihatkan tim asuhan Iwan Setiawan mampu menyeimbangkan penguasaan bola dan struktur taktis, namun pada akhirnya terhambat oleh kurangnya peluang nyata di depan gawang lawan.

Namun, di balik penampilan yang terkesan solid, ada satu catatan penting yang menjadi titik lemah utama. “Yang menjadi kendala adalah kami tidak menciptakan cukup banyak peluang,” kata Setiawan dengan nada serius. Analisis statistik pertandingan menunjukkan bahwa Sriwijaya FC hanya mencatat tiga tembakan ke gawang, dengan hanya satu di antaranya berada dalam zona berbahaya. Sementara itu, PSMS Medan berhasil menghasilkan delapan peluang, termasuk tiga tembakan tepat sasaran yang akhirnya menghasilkan gol kemenangan.

Kurangnya peluang tidak hanya berdampak pada hasil akhir, tetapi juga menurunkan moral tim di babak-babak akhir. “Dengan minimnya peluang, tentu sulit bagi kami untuk mendapatkan hasil maksimal,” jelas pelatih tersebut. Ia menyoroti bahwa meskipun tim sudah menguasai sebagian besar wilayah lapangan, eksekusi akhir—baik dalam hal penyelesaian tembakan maupun penetrasi ke kotak penalti—masih jauh dari harapan.

Selain aspek teknis, Iwan Setiawan menekankan pentingnya faktor psikologis dalam pertandingan. “Kalau melihat jalannya pertandingan, kami sebenarnya pantas untuk mendapatkan setidaknya satu poin,” tegasnya, menyiratkan bahwa timnya layak mendapatkan poin karena performa defensif yang kuat dan kemampuan menahan tekanan lawan. Pernyataan ini menjadi cerminan rasa percaya diri pelatih terhadap kemampuan timnya, meski hasil akhir belum mencerminkan harapan.

Dalam upaya meningkatkan peluang pada pertemuan selanjutnya, pelatih mengungkapkan bahwa latihan penyerangan akan menjadi fokus utama. “Kami akan bekerja lebih intensif pada fase akhir serangan, terutama dalam hal pergerakan tanpa bola dan pemilihan tembakan,” ujar Setiawan. Ia juga menambahkan bahwa pemain depan akan diberikan instruksi khusus untuk meningkatkan keberanian dalam menembus lini pertahanan lawan.

Para pemain Sriwijaya FC sendiri juga menunjukkan sikap profesional. Kapten tim, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, menegaskan bahwa meskipun kecewa dengan hasil, tim akan bangkit kembali. “Kami harus belajar dari kesalahan, terutama dalam hal menciptakan peluang yang lebih berbahaya,” katanya. Sementara pemain sayap kanan menambahkan bahwa koordinasi dengan gelandang serba harus ditingkatkan untuk membuka ruang di area pertahanan lawan.

Liga 2 Indonesia saat ini sedang dalam fase krusial menjelang akhir musim. Setiap poin sangat berharga, terutama bagi tim-tim yang berambisi mengamankan tiket promosi ke divisi tertinggi. Sriwijaya FC berada di tengah klasemen menengah, dan kekurangan poin pada pertandingan ini dapat memperkecil peluang mereka untuk naik peringkat.

Melihat keseluruhan pertandingan, dapat disimpulkan bahwa Sriwijaya FC memiliki fondasi taktik yang kuat dan mental juang yang tinggi. Namun, tanpa kemampuan menciptakan peluang yang konsisten, tim ini akan terus terjebak pada situasi di mana hasil tidak sebanding dengan usaha di lapangan. Perbaikan di fase akhir serangan menjadi kunci utama untuk mengubah narasi ini menjadi kemenangan di masa depan.

Dengan semangat perbaikan yang diutarakan pelatih dan pemain, harapan bagi Sriwijaya FC tetap tinggi. Jika tim dapat mengoptimalkan kreativitas di lini serang serta mempertahankan soliditas defensif yang telah ditunjukkan, mereka berpeluang kembali meraih poin penting dalam kompetisi yang semakin kompetitif. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian nyata bagi Iwan Setiawan dan skuadnya dalam menerjemahkan potensi menjadi hasil akhir yang memuaskan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.