Nasional

1 Suro 1448 Jatuh pada Tanggal Berapa di Kalender Masehi? Ini Penjelasan Lengkapnya

1 Suro 1448 Jatuh pada Tanggal Berapa di Kalender Masehi? Ini Penjelasan Lengkapnya
1 Suro 1448 Jatuh pada Tanggal Berapa di Kalender Masehi? Ini Penjelasan Lengkapnya
Daftar Isi
  1. Posisi 1 Suro dalam Kalender Hijriah Global
  2. Rangkaian Bulan dalam Tahun 1448 Hijriah
  3. Puasa Ramadan 1448 dan Hari Besar Islam
  4. Jadwal Puasa Sunnah di Tahun 1448
  5. Makna Tradisi 1 Suro bagi Masyarakat
A− A+

Media Blora – Umat Islam di Indonesia sebentar lagi akan menyambut datangnya bulan Muharam, bulan pertama dalam penanggalan Hijriah. Momen ini identik dengan tradisi 1 Suro yang dirayakan masyarakat Jawa sebagai penanda pergantian tahun. Pertanyaan yang kerap muncul kemudian adalah, 1 Suro 1448 bertepatan dengan tanggal berapa di kalender Masehi?

Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab agar umat dapat mempersiapkan berbagai agenda ibadah dan tradisi budaya dengan matang. Pasalnya, penanggalan Hijriah menggunakan sistem kalender qamariyah atau berbasis siklus bulan, sehingga jumlah hari dalam satu bulan tidak selalu sama dengan kalender Masehi yang mengikuti sistem matahari. Akibatnya, tanggal Hijriah terus bergeser sekitar 10 hingga 11 hari lebih cepat setiap tahunnya di kalender Masehi.

Baca juga:

Posisi 1 Suro dalam Kalender Hijriah Global

Untuk mengetahui kapan tepatnya 1 Suro 1448 jatuh, kita perlu memahami posisi bulan Muharam dalam rangkaian tahun 1448 Hijriah. Berdasarkan berbagai penanggalan yang beredar, tahun 1448 H dimulai pada pertengahan tahun 2026. Sebagai gambaran, tanggal 28 September 2026 bertepatan dengan 16 Rabiul Akhir 1448 H, sedangkan 1 Oktober 2026 bertepatan dengan 19 Rabiul Akhir 1448 H.

Dari data tersebut, Rabiul Akhir 1448 H berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Dengan demikian, bulan Muharam 1448 H atau yang dikenal sebagai 1 Suro telah berlangsung sekitar tiga bulan sebelumnya, yakni pada pertengahan tahun 2026. Perhitungan ini menunjukkan bahwa 1 Suro 1448 H jatuh pada pertengahan tahun 2026, bukan pada awal tahun 2027.

Rangkaian Bulan dalam Tahun 1448 Hijriah

Agar lebih mudah dipahami, berikut urutan bulan-bulan utama dalam tahun 1448 Hijriah beserta perkiraan padanannya di kalender Masehi:

Bulan Hijriah Perkiraan Padanan Masehi
Muharam (1 Suro) Pertengahan 2026
Safar Pertengahan 2026
Rabiul Awal Agustus – September 2026
Rabiul Akhir September – Oktober 2026
Jumadil Awal Oktober – November 2026
Rajab Awal 2027
Syakban Pertengahan 2027
Ramadan Februari – Maret 2027

Dari tabel di atas terlihat bahwa awal tahun 2027 bertepatan dengan bulan Rajab 1448 H, sedangkan akhir tahun 2027 bertepatan dengan Syakban 1449 H. Artinya, 1 Suro 1448 sudah dilewati pada pertengahan 2026, dan umat Islam kini bersiap menyambut 1 Suro 1449 pada pertengahan 2027.

Puasa Ramadan 1448 dan Hari Besar Islam

Meski 1 Suro 1448 telah berlalu, sejumlah agenda ibadah penting masih menanti. Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal telah menetapkan 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Dengan acuan tersebut, Ramadan diperkirakan berlangsung selama 29 hari dan Idulfitri 1448 H jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.

Baca juga:

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadan 1448 H. Penetapan awal Ramadan akan dilakukan melalui mekanisme hisab dan rukyatul hilal yang kemudian diputuskan dalam sidang isbat. Kemenag telah menerbitkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2027 yang penyusunannya melibatkan Tim Hisab Rukyat, pakar ilmu falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, BIG, Observatorium Bosscha, pesantren, serta akademisi perguruan tinggi.

Masyarakat perlu membedakan antara kalender atau hasil perhitungan awal dengan keputusan resmi pemerintah. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dan biasanya tetap menjaga kerukunan antarumat.

Jadwal Puasa Sunnah di Tahun 1448

Selain Ramadan, umat Islam juga dapat mengisi hari-hari dengan puasa sunnah. Puasa Senin-Kamis dapat dilakukan secara rutin setiap pekan, sementara puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Sebagai contoh, puasa Ayyamul Bidh pada Jumadil Awal 1448 H diperkirakan berlangsung pada 24, 25, dan 26 Oktober 2026. Ada pula puasa Daud yang dilakukan secara berselang-seling, sehari berpuasa dan sehari tidak.

Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis memiliki keutamaan tersendiri karena berkaitan dengan amalan yang dilaporkan kepada Allah SWT serta mengikuti sunnah Nabi SAW. Karena itu, mengetahui konversi tanggal Hijriah menjadi panduan penting agar ibadah sunnah tidak terlewat.

Makna Tradisi 1 Suro bagi Masyarakat

Bagi masyarakat Jawa, 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun Hijriah. Momen ini diisi dengan berbagai tradisi seperti tirakat, puasa, doa bersama, hingga ritual budaya di sejumlah daerah. Tradisi ini menjadi pengingat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki niat, dan meningkatkan ketakwaan menyambut tahun baru.

Baca juga:

Dengan memahami penanggalan yang tepat, masyarakat dapat menyelaraskan tradisi budaya dengan agenda keagamaan. Perbedaan penanggalan antara kalender Muhammadiyah dan pemerintah juga sebaiknya disikapi dengan bijak, tanpa menjadikannya perpecahan.

Secara ringkas, 1 Suro 1448 H jatuh pada pertengahan tahun 2026, bukan pada awal 2027. Sementara itu, tahun 2027 bertepatan dengan bulan Rajab hingga Syakban 1448 H, dan Ramadan 1448 H diperkirakan dimulai pada 8 Februari 2027 menurut kalender Muhammadiyah. Umat Islam diimbau untuk terus mengikuti pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan awal bulan Hijriah, sekaligus menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperbanyak amal ibadah dan mempererat kerukunan.

Mungkin Anda Suka