Kementerian Perindustrian Dorong IKM Pakai Tungku Beehive untuk Efisiensi Energi

Oleh Dedi Kurniawan 15 Apr 2026, 10:40 WIB 6 Views

MediaBlora – 15 April 2026 | Kementerian Perindustrian kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi produksi industri nasional, khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu inisiatif terbarunya adalah program penggunaan tungku Beehive, sebuah teknologi pembakaran modern yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus menurunkan konsumsi energi.

Program alih teknologi ini diprakarsai oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) di Manado, yang secara langsung menargetkan pelaku IKM arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan industri nasional di tengah fluktuasi harga energi global.

Dalam sambutan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi kunci utama keberlanjutan industri. “Di tengah dinamika yang menuntut kecepatan produksi, industri dalam negeri harus meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal. Penggunaan teknologi seperti tungku Beehive tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Menperin menambahkan bahwa transformasi teknologi pada sektor IKM merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk memperkuat struktur industri, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam dalam negeri. Ia menyoroti potensi besar komoditas kelapa, yang bila dimanfaatkan secara optimal dapat membuka peluang pasar global yang luas.

Kepala BSPJI Manado, Soni Pitriajaya, menjelaskan bahwa tungku Beehive yang diadopsi merupakan metode karbonisasi modern yang menawarkan proses pembakaran lebih stabil. Dengan kapasitas sekitar 4 ton tempurung kelapa per batch, teknologi ini mampu menghasilkan rendemen arang sebesar 28–30 persen dengan kadar air hanya sekitar 5 persen. Angka tersebut jauh melampaui performa metode konvensional yang biasanya menghabiskan lebih banyak energi dan menghasilkan produk dengan kualitas tidak merata.

Berikut ini ringkasan keunggulan tungku Beehive yang diimplementasikan pada IKM di Minahasa:

  • Konsumsi energi berkurang hingga 30 persen dibandingkan metode tradisional.
  • Rendemen arang meningkat menjadi 28–30 persen, sementara kadar air turun menjadi 5 persen.
  • Proses pembakaran lebih stabil, mengurangi emisi karbon dan partikel berbahaya.
  • Skala produksi dapat ditingkatkan tanpa menambah beban operasional yang signifikan.

Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi IKM arang tempurung kelapa. Dengan proses yang lebih efisien, para pelaku tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga dapat menghemat biaya energi, meningkatkan kualitas produk, dan menembus pasar ekspor yang menuntut standar tinggi.

Potensi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia menjadi faktor penunjang utama keberhasilan program ini. Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi arang bernilai ekspor tidak hanya menambah nilai tambah pada komoditas kelapa, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Kemenperin optimis, melalui alih teknologi dan pendampingan intensif seperti yang dilakukan BSPJI Manado, IKM dapat beradaptasi lebih cepat terhadap tantangan global, termasuk fluktuasi harga energi. Dengan mengoptimalkan sumber daya domestik, Indonesia dapat memperkuat kemandirian industrinya dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Secara keseluruhan, program penggunaan tungku Beehive menandai langkah strategis dalam rangkaian upaya pemerintah memperkuat ekosistem industri berkelanjutan. Jika berhasil diadopsi secara luas, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.