Pengungkapan Besar Narkoba Ratusan Juta Rupiah Lewat Paket Ojol: Polisi Tangkap Jaringan Pengirim

Oleh Dedi Kurniawan 17 Apr 2026, 16:48 WIB 0 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Polisi Nasional berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang mengalir melalui layanan ojek online (ojol). Operasi yang dipimpin Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri ini mengamankan narkotika jenis sabu-sabu, ganja, dan cairan etomidate senilai ratusan juta rupiah. Kasus ini bermula dari laporan seorang pengemudi ojol yang menemukan sebuah paket mencurigakan dan melaporkannya kepada petugas jaga di markas Besar Polri.

Setelah temuan awal, tim penyidik melanjutkan investigasi dengan metode control delivery dan operasi undercover. Operasi yang dikoordinasikan oleh Handik Zusen bersama Kevin Leleury menargetkan pengiriman narkotika yang dijadwalkan menuju kawasan Danau Cavalio, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun, pada saat proses penyerahan, pihak penerima mengarahkan agar paket tersebut kembali dikirim melalui layanan ojol ke sebuah hotel di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Di lokasi hotel, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang terlibat. Penyidikan lebih lanjut mengungkap seorang tersangka berinisial AW sebagai pemilik narkotika. Dalam pemeriksaan, AW mengaku telah mengirimkan narkotika sebanyak 37 kali atas perintah seorang atasan yang masih dalam proses penyelidikan.

Barang bukti yang disita meliputi sabu-sabu seberat 163,03 gram, ganja seberat 60,44 gram, serta 21 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Menurut perkiraan Eko Hadi Santoso, nilai ekonomis barang bukti tersebut mencapai sekitar Rp410.781.120.

Kasus ini menyoroti peran penting pengemudi ojol dalam membantu penegakan hukum. Kewaspadaan satu orang dapat memicu rangkaian aksi penyelidikan yang mengungkap jaringan kriminal yang lebih luas. Penggunaan layanan pengiriman berbasis aplikasi menjadi celah baru bagi pelaku narkotika, sehingga pihak berwenang meningkatkan pemantauan dan kerja sama dengan penyedia platform digital.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan untuk memutus rantai distribusi narkotika yang semakin canggih. Penyelidikan lebih lanjut akan menelusuri sumber perintah yang memberi arahan kepada tersangka AW, serta mengidentifikasi jaringan logistik yang memanfaatkan layanan ojol sebagai sarana pengiriman.

Pengungkapan ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap paket yang tidak dikenali, terutama yang dikirim melalui layanan pengantaran cepat. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk menghindari penyebaran narkotika lebih lanjut.

Secara keseluruhan, operasi ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara masyarakat, layanan transportasi digital, dan aparat kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba. Penindakan tegas terhadap pelaku serta penyitaan barang bukti bernilai ratusan juta rupiah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberantas narkotika yang mengancam generasi muda dan keamanan publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.