Guru Informatika Di Blora Diminta Kreasikan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web dan Mobile

Oleh Wahyu Setiawan 17 Apr 2026, 09:51 WIB 1 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Ratusan guru informatika berkumpul di SMA Negeri 1 Cepu, Jawa Tengah, untuk mengasah kompetensi di era digital melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMA. Acara yang diusung dengan tema “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web dan Mobile untuk Guru Informatika” menjadi wadah utama bagi para pendidik untuk berbagi praktik, meningkatkan keahlian profesional, serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan media belajar yang lebih menarik dan relevan.

Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua MGMP Informatika Kabupaten Blora, Ekabriyanti Reni Oktafia, S.Kom., M.Pd. Dalam sambutan terbuka, Oktafia menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran digital. “Sebagai guru informatika, kita tak cukup hanya menguasai materi, tapi juga harus inovatif dalam menghadirkan media belajar yang menarik, interaktif, dan relevan,” ujarnya di depan para peserta.

Selama diskusi, para guru diajak untuk aktif berkontribusi, membuka diri terhadap ide‑baru, dan tidak ragu berbagi pengalaman. Beberapa poin penting yang disorot meliputi:

  • Pentingnya desain antarmuka yang responsif sehingga dapat diakses di perangkat mobile maupun desktop.
  • Penggunaan alat pengembangan berbasis web yang bersifat open‑source untuk menekan biaya produksi media.
  • Integrasi elemen interaktif seperti kuis, simulasi, dan animasi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • Penerapan metodologi pembelajaran berbasis proyek (project‑based learning) yang memanfaatkan media digital.
  • Strategi evaluasi efektivitas media melalui umpan balik siswa dan data analitik penggunaan.

Selain presentasi dan workshop, MGMP Informatika juga menyelenggarakan sesi berbagi praktik terbaik. Beberapa guru memperlihatkan contoh aplikasi pembelajaran berbasis web yang mereka kembangkan, termasuk platform e‑learning sederhana untuk materi algoritma dan pemrograman dasar. Demonstrasi tersebut mendapat sambutan positif, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sekolah dapat mempercepat penyebaran inovasi pendidikan.

Para peserta juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. Ketua MGMP menegaskan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu hari, melainkan menjadi pijakan implementasi nyata di kelas. “Dari kolaborasi inilah akan lahir solusi terbaik bagi pembelajaran informatika di sekolah kita,” tegasnya, menekankan perlunya tindak lanjut yang terstruktur.

Pendidikan informatika di Indonesia kini dihadapkan pada tantangan transformasi kurikulum yang menuntut integrasi teknologi secara menyeluruh. Guru harus mampu mengadaptasi materi pembelajaran agar selaras dengan standar kompetensi terbaru, sekaligus mengoptimalkan penggunaan data belajar untuk personalisasi. Kegiatan MGMP ini menjadi batu loncatan penting untuk memperkuat kapasitas pedagogis serta menyiapkan guru dalam menghadapi perubahan cepat dalam ekosistem digital.

Para siswa yang akan menjadi pengguna akhir media interaktif ini diprediksi akan merasakan peningkatan motivasi belajar, khususnya dalam mata pelajaran yang bersifat abstrak seperti algoritma dan logika pemrograman. Dengan tampilan visual yang menarik dan interaksi yang responsif, diharapkan tingkat retensi pengetahuan mereka akan naik signifikan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengeksplorasi karir di bidang teknologi informasi.

Acara ditutup dengan penutup yang bersahaja, sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan. Oktafia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pengalaman ini sebagai amal baik yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan informatika di Indonesia.

Dengan semangat inovasi yang tinggi, para guru informatika di Blora kini memiliki landasan kuat untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web dan mobile. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan digital di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.