Mega Farm Sapi Perah di Brebes Siap Ganda Produksi Susu Nasional, Proyek Raksasa PT Global Dairy Bersama

Oleh Slamet Widodo 17 Apr 2026, 07:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Jawa Tengah tengah mempersiapkan terobosan besar dalam ketahanan pangan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala raksasa di Kabupaten Brebes. Inisiatif strategis ini dikelola oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), anak perusahaan Djarum Group, dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Gubernur menegaskan komitmennya pada proyek ini dalam sebuah audiensi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, menyoroti peran penting Brebes sebagai kabupaten berdaya saing.

Direktur Jenderal PKH, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa proyek tersebut berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor. Jika realisasi tercapai, farm ini dapat menyumbang sekitar 18 persen produksi susu nasional, yang saat ini hanya mencapai satu juta ton per tahun dibandingkan kebutuhan 4,7 juta ton. Artinya, sekitar 80 persen kebutuhan susu masih dipenuhi lewat impor, sehingga keberhasilan proyek ini dapat signifikan menurunkan ketergantungan impor.

Proyek ini juga diprediksi akan mengubah posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional. Saat ini, provinsi tersebut berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat. Agung Suganda menambahkan bahwa kehadiran mega farm ini berpotensi menaikkan Jawa Tengah ke peringkat dua, bahkan berpotensi menyamai Jawa Timur.

Secara teknis, mega farm akan dibangun di lahan seluas 710 hektare dengan konsep “close loop system”. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, sementara residu biogas dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya. Fasilitas pendukung meliputi pabrik pengolahan susu, pabrik pakan ternak, serta perkebunan jagung seluas 2.000 hektare untuk menjamin pasokan pakan yang berkelanjutan.

Target populasi sapi perah mencapai sekitar 28.000 ekor dengan produksi susu mencapai 180.000 ton per tahun. Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan dan menggandeng lebih dari 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah, menciptakan peluang pemberdayaan masyarakat yang signifikan. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut, menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta mengurangi tingkat kemiskinan di daerah.

Persiapan lahan dijadwalkan mulai Juni 2026, sementara konstruksi diperkirakan selesai akhir 2027. Produksi perdana (first milking) dijadwalkan pada Desember 2027. Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan berupa penyediaan bibit sapi impor dari beberapa negara serta penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar peternakan konvensional, melainkan ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir yang mengedepankan teknologi modern dan keberlanjutan. “Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, proyek mega farm sapi perah di Brebes diharapkan menjadi katalisator utama dalam upaya swasembada susu, mengurangi impor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.