Gubernur Luthfi Gandeng Kadin untuk Gerakan Bersama Reduksi Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Oleh Slamet Widodo 17 Apr 2026, 07:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam memerangi kemiskinan ekstrem di provinsi yang memiliki populasi lebih dari 34 juta jiwa. Pada Kamis, 16 April 2026, beliau menyampaikan ajakan tersebut di Hotel Patra Semarang, saat menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah.

Data resmi menunjukkan bahwa persentase penduduk Jawa Tengah yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem berada di kisaran 9,39 persen. Angka ini menandakan tantangan signifikan bagi pemerintah daerah, mengingat target penurunan kemiskinan nasional yang semakin ambisius. Luthfi menekankan bahwa upaya penanggulangan tidak dapat lagi dilakukan secara parsial; melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan pendekatan terpadu.

“Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak cukup hanya sandang, pangan, dan papan. Ada aspek kesehatan, pendidikan, semua harus kita keroyok bersama,” ujar Luthfi dengan tegas. Pernyataan tersebut menegaskan visi pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan program-program pembangunan dengan dukungan sektor swasta, khususnya melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Beberapa program unggulan yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Di bidang perumahan, hingga akhir 2025 sebanyak 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH) telah diperbaiki atau dibangun kembali, memberikan akses tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga miskin. Sementara di sektor kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) diluncurkan untuk menjangkau desa‑desa terpencil yang selama ini belum pernah bertemu dokter spesialis. “Masyarakat di desa masih banyak yang belum pernah bertemu dokter spesialis. Karena itu, dokter kita kirim langsung ke desa‑desa,” jelas gubernur.

Dalam rangka memperkuat efektivitas program, Luthfi meminta Kadin untuk mengoptimalkan alokasi dana CSR secara tepat sasaran. Ia menekankan bahwa bantuan CSR harus diarahkan khusus kepada keluarga yang berada pada tingkat kemiskinan ekstrem, agar dampak sosial dapat terasa lebih signifikan dan berkelanjutan.

Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyatakan kesiapan penuh organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah. “Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong dan membantu berbagai program, termasuk pengentasan kemiskinan,” ujarnya, menegaskan komitmen sektor bisnis untuk berkontribusi pada agenda pembangunan sosial.

Berikut rangkaian langkah yang diharapkan dapat mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah:

  • Peningkatan kualitas perumahan: Penyediaan rumah layak huni dan renovasi rumah tidak layak huni secara massal.
  • Penguatan layanan kesehatan: Ekspansi program Dokter Spesialis Keliling serta peningkatan fasilitas kesehatan dasar di desa.
  • Pendidikan inklusif: Beasiswa, bea masuk sekolah, dan program peningkatan kualitas guru di wilayah berpendapatan rendah.
  • Optimalisasi CSR: Pengarahan dana CSR kepada proyek yang langsung menyasar kebutuhan dasar keluarga miskin ekstrem, seperti sanitasi, air bersih, dan pelatihan keterampilan.
  • Monitoring dan evaluasi bersama: Pembentukan tim gabungan antara pemerintah, Kadin, dan lembaga independen untuk menilai dampak program secara berkala.

Sinergi yang terjalin diharapkan tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Dengan pendekatan yang mencakup perumahan, pangan, kesehatan, dan pendidikan, pemerintah provinsi berkeyakinan bahwa Jawa Tengah dapat mencapai target penurunan kemiskinan ekstrem secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat. Jika semua pihak dapat bersinergi, harapan akan terwujudnya Jawa Tengah yang lebih sejahtera dan inklusif menjadi semakin realistis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.