Wabup Blora Desak Kementerian PU Bangun Embung Cepu untuk Atasi Banjir Tahunan

Oleh Wahyu Setiawan 16 Apr 2026, 12:53 WIB 8 Views

MediaBlora – 16 April 2026 | Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menegaskan pentingnya pembangunan embung di wilayah Cepu sebagai langkah strategis mengatasi banjir rutin yang terus melanda daerah tersebut. Permintaan tersebut disampaikan secara resmi saat delegasi yang dipimpin oleh Wabup melakukan inspeksi lapangan bersama Forkopimda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta perwakilan Forkopimcam Cepu. Kunjungan ini bertujuan menilai kondisi aktual di beberapa titik terdampak banjir yang baru-baru ini terjadi.

Selama peninjauan, Wabup menemukan fakta bahwa pendangkalan sungai di wilayah Balun menjadi penyebab utama terjadinya luapan air. Endapan lumpur dan sampah yang menumpuk memperparah aliran air, sehingga ketika intensitas hujan meningkat, daerah Cepu dengan cepat terendam. Untuk mengatasi keadaan darurat, Pemerintah Kabupaten Blora telah menurunkan enam unit alat berat guna melakukan pengerukan pada bagian-bagian sungai yang mengalami sedimentasi berat.

“Setahun lalu saya bersama warga bergotong‑royong membersihkan sungai pasca banjir, namun masalah yang sama—tumpukan sampah dan pendangkalan—masih berulang. Kini banjir kembali melanda, menandakan bahwa ini telah menjadi bencana tahunan,” ujar Sri Setyorini, mengutip pernyataan yang dirilis oleh situs resmi Pemerintah Kabupaten Blora. Ia menambahkan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di Cepu, memperparah situasi, sehingga solusi jangka panjang sangat dibutuhkan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sri Setyorini meminta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dinas PUPR Kabupaten Blora untuk segera merancang dan membangun sebuah embung. Embung tersebut direncanakan seluas 2,7 hektare dan akan memanfaatkan lahan yang saat ini berupa tanah bengkok di Kelurahan Ngelo. Penempatan embung di lokasi tersebut diharapkan dapat menampung kelebihan air pada musim hujan, sekaligus menyediakan sumber air irigasi bagi petani setempat.

Plt Kepala Dinas PUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wabup dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait lainnya. “Kami akan menyusun proposal pembangunan embung seluas 2,7 hektare dan mengajukannya ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperoleh dukungan anggaran,” ungkap Nidzamudin. Ia menegaskan bahwa embung tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mengurangi risiko erosi, dan memperbaiki kualitas tanah di sekitarnya.

  • Manfaat utama embung: penanggulangan banjir, penyediaan air irigasi, peningkatan produksi pertanian.
  • Lokasi: lahan bengkok di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu.
  • Luas: 2,7 hektare.
  • Pihak penyelenggara: Dinas PUPR Kabupaten Blora, koordinasi dengan BBWS dan BPBD.

Selain meninjau kondisi teknis, Wabup juga menyempatkan diri untuk menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momen silaturahmi, di mana Wabup menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat banjir di Kelurahan Ngelo. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan sambil mempercepat langkah-langkah mitigasi.

Pemerintah Kabupaten Blora berharap bahwa dengan dibangunnya embung, risiko banjir di Cepu dapat diminimalisir secara signifikan. Embung akan menjadi infrastruktur penyangga yang dapat menampung volume air berlebih pada saat hujan lebat, sehingga aliran ke sungai utama tidak meluap. Pada jangka panjang, diharapkan pula tercipta peningkatan kesejahteraan petani melalui akses air irigasi yang lebih stabil.

Keseluruhan upaya ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, serta kementerian terkait untuk mencari solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan banjir yang telah menjadi beban tahunan bagi masyarakat Cepu. Dengan dukungan anggaran yang tepat dan pelaksanaan yang terencana, embung di Kelurahan Ngelo dapat menjadi contoh sukses mitigasi banjir yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Blora.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.