Halalbihalal IDI Boyolali: Dokter Bersatu Dukung Visi Misi Bupati untuk Boyolali Sehat 2030

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 12:50 WIB 1 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Boyolali menggelar acara halalbihalal pada pertengahan pekan lalu di RSU Hidayah Boyolali. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan dokter, tenaga medis, serta pejabat daerah tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Silaturahmi, Mengabdi Sepenuh Hati” sebagai wujud komitmen memperkuat kebersamaan profesi kedokteran sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Acara dibuka pada pukul 13.00 WIB oleh pembawa acara yang menyambut para peserta dengan hangat. Suasana khidmat tercipta ketika seluruh hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars IDI sebagai penghormatan kepada bangsa dan organisasi profesi. Direktur RSU Hidayah Boyolali, Ida Wulandari, yang menjadi tuan rumah, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan menyelenggarakan halalbihalal di fasilitas rumah sakitnya. Ia menekankan pentingnya rumah sakit menjadi ruang interaksi yang tidak hanya melayani pasien, tetapi juga mempererat ikatan antar sejawat.

Dalam sambutannya, Ketua IDI Cabang Boyolali, dr. Yustinus Slamet Nugroho, menegaskan bahwa soliditas organisasi dokter menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berintegritas. “Kita harus saling support agar dokter di Boyolali bisa lebih maju lagi, bersatu dalam mewujudkan visi dan misi Bapak Bupati Boyolali,” ujar Nugroho dengan nada optimis. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan daerah merupakan bagian integral dari peran dokter sebagai agen perubahan.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. FX Kristandiyoko, menambah bobot diskusi. Dalam sambutan singkatnya, ia menyoroti perlunya sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kristandiyoko mengapresiasi kontribusi dokter dalam program-program Dinas Kesehatan, termasuk program Spesialis Keliling “Spelling” yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. “Kita membutuhkan spesialis, terutama penyakit dalam dan anak, untuk mewujudkan Boyolali Sehat 2030. Dokter umum juga berperan penting melalui cek kesehatan gratis,” jelasnya.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiah halalbihalal yang dibawakan oleh Fauzan Indrasto. Tausiah tersebut menekankan nilai keikhlasan, pentingnya menjaga silaturahmi, serta integritas dalam menjalankan profesi kedokteran. Peserta diajak merenungkan kembali motivasi dasar menjadi dokter, yaitu melayani tanpa pamrih dan menjaga kepercayaan publik.

Doa bersama mengakhiri rangkaian inti acara, menandai harapan seluruh peserta agar kerja sama yang terjalin dapat menghasilkan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Boyolali. Selama acara, terdapat sesi foto bersama yang memperlihatkan kebersamaan para dokter, perwakilan rumah sakit, dan pejabat daerah dalam satu bingkai.

Berbagai inisiatif konkret juga dibahas dalam pertemuan informal setelah acara utama. Antara lain, rencana pelatihan lanjutan bagi dokter umum dalam bidang pencegahan penyakit tidak menular, serta pembentukan tim rapid response untuk penanggulangan wabah di tingkat kabupaten. Ide-ide tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pencapaian target kesehatan daerah.

Melalui halalbihalal ini, IDI Boyolali berharap dapat menjaga kekompakan internal organisasi sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah. Tekad untuk berkontribusi dalam program-program strategis seperti Boyolali Sehat 2030 menjadi landasan utama dalam setiap langkah ke depan. Seluruh dokter yang hadir menyatakan komitmen untuk terus aktif dalam upaya menurunkan angka mortalitas, meningkatkan akses layanan kesehatan, serta mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat.

Kesimpulannya, halalbihalal IDI Boyolali tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform strategis untuk menyelaraskan visi dokter dengan agenda pembangunan kesehatan daerah. Dukungan terhadap visi misi Bupati Boyolali, sinergi dengan Dinas Kesehatan, serta komitmen bersama untuk program-program prioritas menandai langkah penting menuju Boyolali Sehat 2030.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.