Ziarah PDIP ke Makam Bupati Blora: Menelusuri Warisan Kepemimpinan yang Tetap Relevan

Oleh Wahyu Setiawan 20 Apr 2026, 08:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Blora melaksanakan ziarah kebangsaan ke makam R.M.A.A. Said Abdoel Kadir Jaelani, tokoh bupati berpengaruh yang memimpin wilayah pada periode 1913 hingga 1926. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 kader ini tidak sekadar ritual tahunan, melainkan upaya konkret untuk menggali nilai‑nilai kepemimpinan yang dianggap relevan bagi politik masa kini.

Lokasi ziarah berada di kompleks pemakaman keluarga Tirtonatan, Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora, Jawa Tengah. Tempat tersebut telah menjadi peristirahatan terakhir sejumlah pemimpin lokal dari generasi ke generasi, menjadikannya situs bernilai historis tinggi. Makam Said Abdoel Kadir Jaelani, yang dikenal karena kebijakan progresif pada masa kolonial, menjadi simbol keberanian dalam mempertahankan kepentingan rakyat Blora.

Ketua DPC PDIP Blora, Andita Nugrahanto, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi momen refleksi bagi para kader. “Tokoh seperti R.M.A.A. Said Abdoel Kadir Jaelani memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Blora. Nilai‑nilai kepemimpinannya perlu kita kenalkan kepada kader sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas politik,” ujarnya pada Minggu, 19 April 2026. Andita menekankan bahwa pemahaman terhadap akar sejarah daerah merupakan bagian vital dalam pembentukan karakter politik, bukan sekadar pengetahuan akademis.

Dalam rangka memperdalam pemahaman, Andita memaparkan beberapa nilai utama yang diharapkan dapat diteladani oleh kader PDIP:

  • Integritas: Kesetiaan pada prinsip moral meski dihadapkan pada tekanan eksternal.
  • Keberpihakan pada masyarakat: Kebijakan yang selalu mengutamakan kesejahteraan rakyat kecil.
  • Kebumi dan kerendahan hati: Kepemimpinan yang tetap dekat dengan akar budaya dan tradisi lokal.

Dengan meneladani nilai‑nilai tersebut, kader diharapkan dapat menyalurkan semangat perjuangan yang relevan dengan tantangan kontemporer, seperti pembangunan berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan, dan penguatan partisipasi warga.

Romanya juga dihadiri oleh pengurus DPC, anggota fraksi DPRD Kabupaten Blora, serta jajaran pengurus anak cabang (PAC). Seluruh peserta melakukan serangkaian kegiatan simbolis, termasuk pembacaan pidato singkat, penanaman bunga di makam, dan dialog terbuka mengenai bagaimana warisan sejarah dapat diintegrasikan dalam strategi politik partai. Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat program pendidikan politik berbasis sejarah daerah di tingkat kecamatan dan desa.

Harapan PDIP Blora ke depan adalah agar kader tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kedalaman moral yang terinspirasi dari tokoh‑tokoh sejarah. Dengan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan lokal, partai berkeyakinan dapat menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Ziarah ini menjadi bukti nyata bahwa memori kolektif tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan, melainkan juga sebagai sumber daya strategis dalam arena politik modern.

Kesimpulannya, ziarah politik ke makam R.M.A.A. Said Abdoel Kadir Jaelani menegaskan pentingnya mengaitkan nilai historis dengan agenda partai. Melalui refleksi, dialog, dan komitmen terhadap nilai‑nilai kepemimpinan yang membumi, PDIP Kabupaten Blora berupaya menyiapkan kader yang tidak hanya kompeten secara organisasi, tetapi juga berakar kuat pada identitas budaya dan sejarah wilayahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.