Danrem 073/Makutarama Berikan Wawasan Geopolitik Dunia kepada Mahasiswa PEM Akamigas Cepu

Oleh Wahyu Setiawan 17 Apr 2026, 04:48 WIB 4 Views

MediaBlora – 17 April 2026 | Blora, 16 April 2026 – Komandan Resort Militer (Danrem) 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., menyampaikan serangkaian wawasan kebangsaan kepada mahasiswa Program Pendidikan Ekskursi (PEM) Akamigas di kampus Cepu. Kegiatan yang dilaksanakan secara langsung di lingkungan perguruan tinggi tersebut menitikberatkan pada pemahaman dinamika geopolitik dunia, khususnya yang berhubungan dengan sektor energi, serta menumbuhkan semangat bela negara di kalangan generasi muda.

Acara dimulai dengan sambutan singkat dari Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, S.Sos., yang menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pertahanan dan dunia akademik. Selanjutnya, Direktur PEM Akamigas, Dr. Erdila Indriani, S.Si., M.T., menyoroti relevansi topik geopolitik bagi mahasiswa yang menekuni ilmu migas, mengingat Indonesia terus berada di posisi strategis dalam peta energi global.

Kolonel Arm Ezra Nathanael kemudian mengambil panggung utama. Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan hanya calon profesional teknis, melainkan juga warga negara yang wajib memahami konteks internasional yang memengaruhi keamanan energi nasional. “Geopolitik tidak lagi menjadi urusan elit politik semata. Konflik di Timur Tengah, ketegangan di Laut China Selatan, hingga persaingan energi di Afrika, semuanya berpotensi memengaruhi pasokan minyak dan gas di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Blora,” ujarnya.

Dalam paparan yang diperkaya dengan data statistik dan peta geopolitik, Danrem menjelaskan bagaimana perebutan sumber daya energi menjadi akar penyebab sebagian besar konflik modern. Ia mengaitkan krisis energi global dengan fluktuasi harga migas, serta implikasinya terhadap ekonomi domestik dan kebijakan energi nasional. Menurutnya, mahasiswa PEM Akamigas harus mampu menganalisis dampak geopolitik terhadap industri migas, mulai dari eksplorasi hingga distribusi, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih terinformasi dalam perencanaan strategis.

Selain itu, Danrem menegaskan peran penting pertahanan rakyat semesta, sebuah konsep yang menekankan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab bela negara tidak eksklusif bagi TNI, melainkan menjadi tugas bersama semua warga, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa. “Kita semua adalah komponen bangsa. Kesadaran kolektif akan memperkuat ketahanan nasional, terutama dalam menghadapi ancaman non-militer seperti sabotase energi atau serangan siber pada infrastruktur migas,” tegasnya.

Diskusi interaktif selanjutnya melibatkan para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan seputar dampak sanksi ekonomi terhadap negara-negara produsen minyak, strategi diversifikasi energi, serta peluang inovasi teknologi dalam sektor migas Indonesia. Salah satu mahasiswa menyoroti pentingnya riset energi terbarukan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Menanggapi hal tersebut, Danrem menambahkan bahwa diversifikasi energi harus dijalankan seiring dengan pemahaman mendalam tentang dinamika geopolitik yang melingkupinya.

Para pejabat lain yang turut hadir, seperti Plt. Kabid Padnas dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Blora, Siswo Gunawan, S.AP., serta Kasiter Rem 073/Makutarama, Letkol Arm Oki Imam Dipraja, S.E., menambahkan perspektif kebijakan daerah dalam konteks keamanan energi. Mereka menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral antara militer, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan untuk menciptakan kebijakan yang responsif terhadap perubahan geopolitik.

Kegiatan ini direncanakan akan menjadi rangkaian program berkelanjutan. Danrem 073/Makutarama menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan sosialisasi serupa ke perguruan tinggi lain di wilayah jajarannya. Ia menargetkan agar setiap generasi muda memiliki kesadaran kolektif terhadap pentingnya cinta tanah air, kesiapan bela negara, dan pemahaman strategis tentang energi dunia.

Secara keseluruhan, acara tersebut berhasil menggabungkan elemen pendidikan, keamanan, dan kebangsaan dalam satu forum. Mahasiswa PEM Akamigas Cepu meninggalkan sesi dengan pengetahuan yang lebih luas tentang bagaimana geopolitik memengaruhi sektor energi, serta rasa tanggung jawab yang lebih mendalam terhadap keamanan negara. Pengalaman ini diharapkan menjadi landasan bagi mereka untuk menjadi profesional migas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peka terhadap dinamika global yang terus berubah.

Dengan semangat kolaboratif antara TNI, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan, inisiatif ini menegaskan kembali pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan geopolitik di era modern, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.