Pemkab Rembang Perbaiki 11 Ruas Jalan sejak Januari 2026, Peningkatan Konektivitas Terus Digencarkan
MediaBlora – 16 April 2026 | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus memperkuat jaringan transportasi daerah dengan menyelesaikan perbaikan pada 11 ruas jalan sejak awal tahun 2026 hingga April. Inisiatif ini digerakkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, yang menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah demi mendukung mobilitas penduduk dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Rembang, Nugroho, menjelaskan bahwa program perbaikan dimulai pada Januari 2026 dan merupakan kelanjutan dari proyek-proyek sebelumnya. “Tahun 2026 kami sudah mulai sejak bulan Januari. Artinya yang kami tangani itu melanjutkan. Jadi sejak Januari itu kami sudah mulai,” ujar Nugroho pada Rabu, 15 April 2026. Hingga saat ini, total ada sebelas ruas jalan yang telah ditangani, baik yang sudah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.
Berikut adalah rangkuman ruas-ruas yang termasuk dalam program perbaikan:
- Wonokerto–Merayun (lanjutan)
- Sridadi–Padaran (lanjutan)
- Ngotet–Kabongan Kidul (lanjutan)
- Gedangan–Kumendung (lanjutan)
- Mondoteko–Seren (baru)
- Sridadi–Jambangan hingga Pantura Pasar Banggi (baru)
- Jalan tambal sulam di wilayah perkotaan menjelang Hari Raya (baru)
- Kragan–Sedan (retak)
- Japerejo–Pamotan (diperkuat untuk kendaraan berat)
- Sidorejo–Sedan (dikerjakan dari kawasan masjid menuju Pasar Sedan)
- Tawangsari–Sidowayah (sudah rampung)
Salah satu fokus utama DPU Taru adalah penggunaan anggaran pemeliharaan rutin untuk menanggulangi kerusakan pada ruas-ruas yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi. Dalam hal ini, perbaikan tidak hanya sekadar menambal, melainkan juga melibatkan konstruksi berlapis, mulai dari LPA (Lapisan Pondasi Aspal), lapen (lapisan permukaan), hingga hotmix aspal, menyesuaikan intensitas kendaraan yang melintas.
Jalan Japerejo–Pamotan, misalnya, akan ditingkatkan kualitasnya karena menjadi jalur utama bagi kendaraan berat. “Kami menyesuaikan jenis lapisan dengan kondisi lalu lintas. Untuk jalur yang banyak dilalui truk dan bus, kami pakai hotmix yang lebih kuat,” ungkap Nugroho.
Selain memperbaiki jalan utama, DPU Taru juga menyiapkan penanganan tambahan di wilayah timur dan barat Rembang. Rencana perbaikan meliputi jalur menuju Karas, Gandri ke Kumbo, serta pembentukan tim khusus yang akan memulai pekerjaan di Desa Ngebrak. Penanganan jembatan di wilayah Nganguk, yang sering mengalami ambles, juga menjadi prioritas.
Program perbaikan tidak berhenti pada pemeliharaan rutin. DPU Taru juga memanfaatkan Program Izin Jalan Daerah (IJD) untuk meningkatkan kualitas jalan tertentu, seperti ruas Tireman–Japerejo dan Landoh–Seren. Kedua ruas tersebut akan mendapatkan perbaikan menyeluruh dengan material yang lebih tahan lama.
Tak hanya mengandalkan anggaran daerah, Pemkab Rembang juga mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026. Dua proyek strategis dijadwalkan mulai pada bulan Mei, dengan total dana sekitar Rp15 miliar. Proyek pertama mencakup jalan Banyuurip–Pamotan hingga Gunem, sementara proyek kedua menghubungkan Kepohagung ke arah Kerep. “DAK tahun ini ada dua pekerjaan jalan. Total DAK-nya sekitar Rp15 miliar,” kata Nugroho.
Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemkab Rembang dalam menjaga infrastruktur jalan tetap layak, aman, dan dapat melayani kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan berkelanjutan, diharapkan perbaikan jalan tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga merangsang aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tersebut.
Ke depan, DPU Taru berjanji akan terus memantau kondisi jalan, menyesuaikan prioritas berdasarkan data lalu lintas, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran baik dari sumber daerah maupun pusat. Fokus utama tetap pada penyediaan jaringan jalan yang handal, mengurangi risiko kecelakaan, serta mempercepat distribusi barang dan jasa di seluruh Kabupaten Rembang.
Dengan langkah-langkah terkoordinasi ini, diharapkan Rembang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola infrastruktur jalan secara efektif, menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Komentar (0)