Pemkab Rembang Dorong Peningkatan Kapasitas Pelaku Pariwisata lewat Event Nasional

Oleh Dedi Kurniawan 22 Apr 2026, 16:49 WIB 3 Views

MediaBlora – 22 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan meluncurkan serangkaian program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha pariwisata. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi wisata lokal, khususnya melalui penyelenggaraan event berskala nasional yang dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional.

Program peningkatan kapasitas ini mencakup beberapa tahapan utama. Pertama, penyelenggaraan workshop dan seminar yang melibatkan pakar industri pariwisata, akademisi, serta perwakilan lembaga keuangan. Materi yang dibahas meliputi manajemen destinasi, pemasaran digital, standar layanan pelanggan, serta pengelolaan acara berskala besar. Kedua, pemberian beasiswa pelatihan singkat bagi pelaku usaha yang belum memiliki sertifikasi kompetensi. Ketiga, pendirian pusat inovasi pariwisata yang berfungsi sebagai inkubator bagi startup kreatif yang ingin mengembangkan produk wisata berbasis teknologi.

Dalam rangka memperkuat branding daerah, Pemkab Rembang juga merencanakan penyelenggaraan event tahunan dengan tema “Rembang Wisata Nasional”. Event ini akan menampilkan pameran produk lokal, lomba kuliner tradisional, pertunjukan budaya, serta kompetisi inovasi pariwisata. Penyelenggaraan event berskala nasional diharapkan dapat menambah nilai jual destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Tengah, yang turut mendukung program ini, menyatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia dalam industri pariwisata merupakan kunci utama untuk meningkatkan daya saing daerah. “Kami ingin melihat pelaku usaha Rembang tidak hanya menjadi penjual layanan, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menyesuaikan diri dengan tren global,” ujar sang gubernur dalam sebuah pertemuan resmi di Balai Pemerintahan Kabupaten Rembang.

Tak hanya pejabat, kalangan pengusaha lokal juga menyambut baik inisiatif ini. Salah satu pemilik homestay di Desa Kedungbanteng, Siti Nurhayati, mengungkapkan rasa optimismenya. “Selama ini kami kesulitan dalam pemasaran dan standar layanan. Dengan adanya pelatihan dan akses pendanaan, kami yakin dapat meningkatkan kualitas fasilitas dan menarik lebih banyak tamu,” katanya.

Program ini juga akan dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data. Setiap peserta pelatihan akan diukur kemajuan kompetensinya melalui tes praktek dan penilaian lapangan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam penyaluran dana hibah selanjutnya, sehingga bantuan tepat sasaran dan dapat menghasilkan dampak yang terukur.

Selain itu, pemerintah daerah berencana membangun jaringan kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi, seperti Universitas Diponegoro dan Universitas Jember, untuk menyediakan kurikulum khusus pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi pada pengembangan destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Dengan mengintegrasikan pelatihan, pendanaan, dan promosi event nasional, Pemkab Rembang menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 30 persen dalam tiga tahun ke depan. Angka ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi tingkat pengangguran, serta meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.

Namun, tantangan tetap ada. Ketersediaan infrastruktur transportasi, terutama jalan akses ke spot wisata utama, masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, pemerintah provinsi telah menyatakan kesediaannya untuk mempercepat pembangunan jalan tol dan jalur kereta api yang menghubungkan Rembang dengan kota-kota besar di Jawa Tengah.

Secara keseluruhan, langkah Pemkab Rembang dalam meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata melalui event berskala nasional menunjukkan komitmen kuat dalam mengoptimalkan potensi daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan, diharapkan Rembang dapat menorehkan prestasi baru dalam peta pariwisata nasional, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.